MAKASSAR, BKM — Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Muhammadiyah Sulsel dan Pusat Inkubator Bisnis Syariah Majelis Ulama Indonesia (Pinbas MUI) Sulsel menggagas pelaksanaan evenet ekonomi dan binis syariah bertajuk Makassar Islamic Fair (MIF). Ajang ini dikemas secara futuristik, kreatif, dan menarik untuk generasi Alfa, Gen Z, dan Generasi Milenial dengan menghadirkan para pelaku bisnis syariah dan UMKM daerah di Sulsel.
Wakil Ketua MUI Sulsel yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Dr KH Mustari Bosra sekaligus ketua panitia pada event ini, menyampaikan bahwa MIF merupakan upaya dalam pengembangan ekonomi keumatan.
”Kegiatan ini akan berlangsung selama sebulan, yaitu 31 Juli hingga 31 Agustus 2024. Berlokasi di kawasan CPI Kota Makassar,” ujar KH Mustari Bosra dalam keterangan persnya, Rabu (19/6).
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap semua pihak yang turut terlibat dalam geleran MIF kali ini. Menurutnya, event ini dapat menjadi sektor muamalah yang dapat menggerakkan roda perekonomian yang ada di Kota Makassar. Apalagi event ini mendapatkan dukungan dari MUI, sehingga ajang ini dapat terselenggara dengan maksimal.
Dijelaskan KH Mustari Bosra, pembukaan MIF nantinya akan dihadiri sejumlah menteri. Diantaranya Menteri Koordinator Pembangunan Menusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
”Pada prosesi pembukaan nanti akan ditampilkan pangngadakkang. Ini merupakan norma yang mengatur tingkah laku dan hubungan sosial masyarakat Makassar secara turun temurun,” terang KH Mustari Bosra.
Ketua MUI Sulsel Prof Najamuddin yang hadir, mengaku sangat senang dengan penyelenggaran event ini, karena dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi keumatan. Ia lalu menjelaskan tentang tiga tugas pokok MUI, salah satunya sebagai pelayan umat.
Oleh sebab itu, dirinya mengimbau agar setiap produk yang dipasarkan harus memiliki label halal terlebih dahulu guna memastikannya memang layak untuk diperdagangkan.
”Tugas kedua adalah menjaga ummat dari penyimpangan. Untuk itu para pihak yang diamanahkan untuk mengelola event MIF ini harus menjalankan tugas dengan baik. Sebab pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat,” ujarnya mengingatkan.
Tugas pokok selanjutnya adalah sebagai mitra pemerintah. Dalam posisi ini, setiap kebijakan tentang keagamaan yang hendak diambil haruslah meminta pertimbangan MUI terlebih dahulu. Sebab MUI memiliki kompetensi dalam mengkaji tentang keagamaan.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Prof Ambo Asse, menegaskan bahwa dirinya akan mengimbau 14 perguruan tinggi Muhammadiyah yang ada di Sulsel untuk berkontribusi dalam event ini. ”Karena event MIF ini memberikan benefit yang baik dalam menguatkan ekonomi umat,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Prof Ambo Asse juga mengajak seluruh lembaga yang ada di perserikatan Muhammadiyah untuk mendukung MIF ini sebagai bentuk dukungan terhadap penggerakan ekonomi umat. “Kami ingin memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui acara ini” ujarnya.
Rencananya dalam event ini akan ada sekitar 500 tenant yang akan dilibatkan. Terdiri dari otomotif, bank dan pembiayaan syariah, fashion, beauty, cosmetics, shoes, baby day care, kids fashion, education, dan UMKM masyarakat.
MIF 2024 juga akan diwarnai dengan ceramah dari dai kondang seperti Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Ustaz Abdul Somad (UAS). Tak hanya itu, pengunjung juga berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik, termasuk mobil, umrah, motor, dan ratusan hadiah lainnya. (yus)
