MAKASSAR, BKM — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), menggelar Industrial Vocational Fair (IVF) 2024 Regional Sulawesi, di Hotel Claro Makassar, Kamis (20/6).
Kegiatan yang dibuka Kepala BPSDMI, Masrokhan tersebut, dijadwalkan berlangsung selama dua hari atau hingga Jumat (21/6). Sebelum di Regional Sulawesi, kegiatan ini juga telah dilaksanakan untuk Regional Jawa Barat dan DKI Jakarta, Jawa Tengah, serta Regional Sumatera.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPSDMI, Masrokhan menyampaikan, pihaknya sangat kagum dengan penyelenggaraan Industrial Vocational Fair 2024 Regional Sulawesi di Kota Makassar. Ini terlihat dari besarnya antusiasme para peserta dari sekolah-sekolah dan mitra-mitra BPSDMI Kemenperin.
”Tentu kegiatan ini jauh lebih terkesan karena kehadiran mitra-mitra unggulan kami. Seperti PT Mayora, Krakatau Posco, PT IMIP, Petrokimia Gresik, Komatsu, FESTO, AXIOO, hingga mitra dari PSwisscontact, GIZ Jerman dan AOTS Jepang menjadi best practice yang dapat dikolaborasikan dengan semua pemangku kepentingan baik pemerintah daerah, KADIN pusat dan daerah serta semua unit pendidikan dan pelatihan di seluruh Indonesia,” kata Masrokhan.
Lanjut dikatakan, Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan terbesar di ASEAN. Salah satu kekuatan penting dalam komposisi demografi Indonesia adalah jumlah usia muda yang besar mencapai 67,5 persen dari total penduduk sebesar 278,8 juta jiwa, atau dikenal sebagai bonus demografi.
”Bonus demografi yang kita miliki saat ini merupakan sebuah potensi dan peluang besar yang harus dimanfaatkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Masrokhan mengatakan, pemerintah dalam Rancangan RPJPN telah menetapkan visi Indonesia Emas Tahun 2045, yaitu menjadi salah satu dari 5 kekuatan ekonomi terbesar dunia dan menjadi bagian dari Negara berpendapatan tinggi (High Income Country).
Industri pengolahan diharapkan sebagai pilar pembangunan untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045 tersebut. Kementerian Perindustrian menyadari betul pentingnya peran SDM dalam mewujudkan industri yang tangguh dan berdaya saing.
Untuk itulah, Kemenperin terus memperkuat dan mengembangkan program-program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menghasilkan SDM yang kompeten dan berdaya saing global.
Dunia industri setiap tahunnya membutuhkan SDM industri sebanyak 682 ribu orang. Sedangkan jumlah lulusan yang dihasilkan berbagai lembaga pendidikan yang dinaungi Kementerian Perindustrian RI baru dikisaran 6.000 orang. Maka dari itu, untuk mencapai target tersebut, kegiatan Industrial Vocational Fair (IVF) ini digelar di daerah penyebaran sekolah Kemenperin agar seluruh sekolah dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan sekolah masing-masing.
”Selain itu kami juga berupaya untuk mempersingkat masa tunggu serapan menjadi 3 sampai 4 bulan setelah lulus tentu dengan kualitas unggul. Untuk itu, sesuai arahan bapak menteri, setiap satuan kerja SMK dan Politeknik saya minta segera menyusun rencana kerja untuk meningkatkan jumlah penerimaan siswa dan mahasiswa sebesar 50 persen dalam waktu dua tahun,” ungkap Masrokhan.
Ditambahkan, saat ini Indonesia dalam proses aksesi menjadi anggota The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Sebagaimana diketahui, OECD beranggotakan negara-negara maju sebagai forum berbagi pengalaman, best-practices, serta memberikan masukan terhadap pembentukan kebijakan publik dan standar internasional. Dan Indonesia merupakan negara pertama dari Asia Tenggara yang menjadi kandidat anggota OECD.
”Ini merupakan peluang yang baik bagi kita untuk naik level dan mensejajarkan diri dengan negara-negara maju dan terlepas dari jebakan Middle Income Trap. Keanggotaan Indonesia dalam OECD juga menjadi peluang kita untuk memperoleh akses lebih luas pada investasi global dan memperluas kerjasama ekonomi dengan negara-negara Maju di OECD,” kata Masrokhan penuh semangat dan optimisme.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh diwakili Plh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Since Erna Lamba, menyampaikan, pada dasarnya Pemerintah Provinsi Sulsel sangat mendukung kegiatan seperti ini.
”Apalagi dalam kaitannya peningkatan kualitas SDM, kami dari Pemerintah Provinsi Sulsel sangat mendukung kegiatan Industrial Vocational Fair 2024 Regional Sulawesi yang kini dilaksanakan di Kota Makassar selama dua hari. Kami mendukung Visi Indonesia Maju 2045, yaitu Indonesia Emas 2045. Untuk itu, kami berharap agar kegiatan Industrial Vokasional Fair 2024 tidak hanya sampai di sini. Tapi akan ada kegiatan-kegiatan lanjutan lainnya yang digelar Kementerian Perindustrian baik di skala Regional Sulawesi, Sulawesi Selatan, maupun Kota Makassar,” kata Since Erna Lamba.
Di sela pelaksanaan Industrial Vokasional Fair 2024 ini, juga dilakukan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Satuan Kerja Pendidikan yang bernaung di bawah Kementerian Perindustrian RI dengan Mitra Industri. (mir)
