MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menginstruksikan pihak kelurahan bersama stakeholder terkait yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) untuk meninjau ulang pemanfaatan dana kelurahan dalam penanganan stunting maupun tuberkolosis (TB)
Seperti tahun sebelumnya, Pemkot Makassar menganggarkan Rp50 juta untuk penanganan stunting dan Rp50 juta untuk TB. Anggaran tersebut melekat di dana kelurahan (dakel) masing-masing kelurahan.
Sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun ini, anggaran tersebut akan dialokasikan pada kegiatan sosialisasi stunting dan TB.
Namun, Danny meminta kegiatan sosialisasi dihilangkan dan diganti dengan kegiatan lain.
Plt Kepala Dinas Dalduk KB Makassar, Syahruddin menerangkan, untuk penanganan stunting, anggarannya akan dialihkan ke pemberian makanan tambahan bagi anak yang terindikasi stunting.
“Jadi Pak Wali menginstruksikan, kegiatan sosialisasi dihilangkan. Diganti dengan pemberian makan tambahan,” kata Syahruddin saat ditemui di Balaikota, Kamis (20/5).
Dia mengatakan, berhubung DPA penggunaan dana kelurahan untuk sosialisasi Stunting sudah ada, maka pihaknya, termasuk kelurahan harus berkoordinasi dengan Bappeda maupun Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk membuat petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) perubahan nomenklatur kegiatan.
“Jadi dibutuhkan juklak dan Juknis apa yang akan dilakukan. Siapa yang terlibat nantinya dalam pemberian makanan tambahan, termasuk jenis makanan yang akan diberikan seperti apa,” kata Syahruddin.
Sementara itu, untuk penanganan TB, yang semula untuk sosialisasi, diarahkan ke tiga agenda aksi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin mengatakan tiga item yang akan dilakukan adalah edukasi, skrining, serta pendampingan untuk pengawas minum obat (PMO).
“Jadi kita akan maksimalkan pada tiga item tersebut,” ungkap wanita yang akrab disapa dr Ida itu.
Dia mengatakan pihaknya tinggal melaksanakan tiga kegiatan tersebut. Jadi nantinya pada saat pelaksanaan skrining ditemukan warga yang menderita TB, akan langsung ditindaklanjuti dengan pengobatan.
Tahun ini, kata dr Ida, Pemkot Makassar menargetkan 8.000 pengidap TB yang ditemukan dan diberi tindakan pengobatan. (rhm)

