STIGMA kalau profesi sebagai musisi tidak menghasilkan sudah lama ada. Karenanya, mereka yang memilih terjun di dalamnya berusaha untuk menghapus pandangan negatif itu. Seperti yang dilakukan Irfan Darwis.
IRFAN –demikian sapaan karibnya– merupakan seorang penyanyi. Ia telah merilis single berjudul Cinta Itu Sederhana, dari mini album Sederhana. Kini kembali dengan karya terbarunya bertajuk Cukul Dalam Hati.
Hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Irfan menceritakan perjalanan kisahnya menjadi seorang entertainer di bidang menyanyi dan aktor, sekaligus seorang pengusaha. Bermula ketika ia merantau Kota Bandung pada tahun 2001 untuk menemani saudara kembarnya yang memiliki passion yang sama di dunia entertainment.
Irfan dan saudaranya memilih merantau ke Kota Kembang, karena menurut mereka kota ini menjadi kiblat musik di Indonesia. Memang dalam beberapa dekade terakhir perkembangan musik di Bandung begitu sangat menonjol, seiring dengan bermunculannya para musisi baru dengan kualitas sangat mumpuni, baik solois, grup, serta band yang mampu mewarnai blantika musik tanah air.
Dalam perantauannya Irfan sempat berkuliah di Universitas Padjadjaran, lalu kemudian pindah ke Sekolah Tinggi Bahasa Asing kota Bandung. Kecintaannya terhadap musik membuat Irfan beranggapan bahwa saat itu perkuliahan hanyalah sebagai formalitas belaka. Ia pun rutin mengikuti berbagai festival. Termasuk yang diselenggarakan di Jakarta.
Berhasil meraih juara pada ajang fertival yang diikutinya, membuat Irfan semakin yakin untuk menekuni dunia musik. Namun, kecintaannya terhadap musik sempat terhalang oleh restu kedua orang tua. Mereka menginginkan agar putranya fokus pada dunia pendidikan dan bisa menjadi seorang dokter.
Namun, Irfan berhasil meyakinkan kedua orang tuanya setelah memperdengarkan karyanya. Bahkan, mereka sempat terkejut saat mengetahui kalau anaknya memiliki suara yang bagus.
”Menjadi seorang penyanyi merupakan sesuatu yang membanggakan. Saya ingin menepis stigma sebagian orang yang menganggap menjadi musisi adalah profesi yang tidak menghasilkan,” ujar Irfan.
Ia lalu bercerita ketika tampil dalam sebuah acara. Saat itu Irfan menjadi vokalis band. Bayaran yang diperolehnya cukup tinggi. Dia pun berkesimpulan bahwa menjadi seorang musisi juga bisa mendapatkan penghasilan yang layak asal dijalankan secara konsisten.
Tentang lagu yang dirilisnya, Irfan menampilkan harmoni yang memesona antara piano, gitar akustik, dan string, sehingga menciptakan alunan yang menggetarkan hati. Ia berharap lagu ini tidak hanya memperkuat identitasnya sebagai penyanyi solo yang baru, tetapi juga memberikan pengalaman yang mendalam bagi pendengarnya.
Dengan antusiasme yang tinggi, Irfan berharap lagu ini dapat dinikmati oleh pendengar musik di Indonesia, sambil terus memberikan dukungan kepada para musisi dalam negeri untuk terus berkarya.
Selain menjadi seorang penyanyi solo, Irfan juga merupakan seorang pengusaha dan aktor film. Ia pernah membintangi beberapa judul film, seperti Menjemput Ajal dan Misteri Ayunan Nenek.
Menjadi seorang aktor, bermula ketika Irfan diajak oleh temannya untuk bermain film. Ia kemudian mulai mengikuti beberapa program entertaint seperti reality show hingga membintangi beberapa film. Di dunia usaha, Irfan merintis bisnis kecantikan bersama istrinya. (yus)
