Site icon Berita Kota Makassar

Berkarakter Humanis

MASYARAKAT tentu berharap pemimpin yang terpilih dari kontestasi pilkada 2024 adalah mereka yang memiliki kepemimpinan dengan karakter humanis. Hal itu sangat penting dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan.

Karakter humanis merupakan sikap yang menghargai atau sering disebut juga memanusiakan manusia, baik dalam suatu kelompok maupun individu. Sikap itu bisa dari menghargai pendapat orang lain, serta hal lainnya. Mereka akan selalu terbuka menerima pendapat bahkan kritikan, tidak otoriter, dan memaksakan kehendak.
Pemimpin yang humanis juga selalu mengedepakan diskusi dengan duduk bersama dalam menyikapi persoalan yang ada dalam pemerintahannya. Ia akan selalu memimpin dengan hati nurani. Dengan begitu, pesannya akan sampai ke nurani masyarakat dan akan mudah diterima dan dijalankan oleh semua kalangan. Antara pimpinan dan jajarannya akan selalu menghasilkan interaksi yang positif dan harmonis dalam merajut persatuan dan kesatuan sehingga bisa bekerja sama dengan baik untuk kepentingan masyarakat.

Kepemimpinan yang humanis meliputi tentang sikap yang memercayai orang lain, bersikap etis, memiliki kebijaksanaan, dan berpartisipasi secara kolektif. Sistem kepemimpinan model ini memiliki visi, misi, nilai, dan perilaku yang jelas serta keselarasan antara ucapan dan perbuatannya. Hal ini penting sebagai seorang kepala daerah, karena kualitas kepemimpinan dapat dinilai dari keselarasan antara ucapan dan tindakannya.
Dalam memilih seorang pemimpin, khususnya pada ajang pilkada tentu setiap paslon akan dituntut untuk mampu menjelaskan visi misinya dengan baik. Paslon yang memiliki karakter humanis akan mampu menjelaskan rencananya dengan baik, karena ia bisa membuat setiap pesan yang disampaikan mudah dimengerti oleh semua kalangan.
Indonesia merupakan negara yang beragam dengan etnis dan budaya, sehingga karakter yang mengayomi semua kalangan yang terkandung dalam nilai humanisme sangat penting untuk dimiliki.
Pada dasarnya sikap humanis merupakan sebuah pemikiran filsafat yang mengedepankan nilai dan kedudukan manusia serta menjadikannya sebagai manusia yang dapat menghidupkan rasa perikemanusiaan dalam menciptakan pergaulan hidup yang lebih baik. Sehingga ketika nilai humanis ini diterapkan dalam memimpin suatu daerah, maka ia akan menempatkan masyarakat sebagai kedaulatan tertinggi.

Sikap humanis menempatkan rasa manusiawi yang sesuai dengan kodrat manusia. Humanisme dalam kepemimpinan dapat juga diartikan sebagai paham yang menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia. Oleh karena itu, jiwa nasionalisme ataupun humanisme harus ditanam sejak dini dengan cara mampu mencintai tanah air agar menimbulkan kesatuan dan juga kekuatan yang dapat membentuk suatu kesamaan cita-cita dan tujuan, sehingga dapat merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa. Mampu mengayomi semua orang tanpa pilah-pilih baik laki-laki maupun perempuan. Mampu menghormati perbedaan dalam segala apapun, dan mampu menghargai yang tua maupun yang muda.
Setiap daerah memiliki karakteristik budaya yang kuat. Oleh karena itu nilai humanisme menjadi penting dalam kepemimpinan agar dapat memberikan teladan yang baik sebagai seorang kepala daerah. (yus)

Exit mobile version