SEBELUM menjadi populer dan dikenal banyak orang, seseorang terlebih dahulu harus merasakan perjuangan untuk mencapai impian. Pasinya pula mesti melewati pahit dan manisnya sebuah proses. Hal tersebut dibuktikan oleh gadis cantik Mutiara Qanita Sajidah Muhsen.
GADIS yang kerap disapa Tia ini umurnya masih tergolong belia. Ia masih duduk di bangku kelas dua SMA. Walau begitu sederet prestasi telah berhasil ditorehkannya. Salah satunya adalah meraih juara senam ritmik tingkat Porda (Pekan Olahraga Daerah) dan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi).
Pencapaian itu, diakui, karena sedari kecil dirinya sudah diarahkan oleh orang tuanya untuk harus mempunyai hobi. Selanjutnya, ia pun didaftarkan di salah satu tempat senam.
“Jadi dulu orang tua saya itu mau anak-anaknya harus ada hobi yang bermanfaat. Nah, waktu itu saya sama kakak saya didaftarkan ke senam ritmik. Untuk kakak saya itu tidak lanjut, yang lanjut cuman saya sampai sekarang,” ungkap Tia ketika menjadi tamu dalam siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Selain juara senam ritmik, saat ini juga Tia sudah menjadi seorang aktris dan berhasil tampil di beberapa FTV. Beberapa judul film telah dibintanginya. Ia pun menceritakan bagaimana awalnya terjun ke dunia perfilman.
“Waktu itu pas TK, saya sempat mengikuti ajang model nasional di Jakarta. Setelah jadi pemenang dalam ajang itu, kemudian diajak untuk main ke FTV. Nah, di situ film pertama saya,” terangnya.
Melalui tahapan dan proses yang cukup panjang, kini usahanya pun membuahkan hasil. Film terbaru yang akan tayang tahun ini ada tiga judul. Masing-masing Menjemput Ajal, Cinta Pertamaku, dan Kitab Dari Iblis.
Dalam hal pendidikan dan karier, Tia bersyukur karena selama ini pihak sekolah selalu mendukung kegiatan yang ia lakukan. Karenanya, semua kegiatan yang ia ikuti berjalan lancar.
“Alhamdulillah, selama ini pihak sekolah mendukung kegiatan saya yang positif. Jadi terkadang saat mau syuting ataupun ikut lomba itu tidak ada kendala dari sekolah,” sambungnya.
Untuk itu, ia berpesan kepada semua orang, khususnya gen Z, bahwa jangan menunggu pengakuan dan saran dari orang-orang jika ingin berkreasi. Tapi fokuslah untuk mengembangkan diri sendiri.
“Untuk teman-teman, saya berpesan kalian harus fokus kepada diri sendiri. Mungkin klise atau sering didengar dari orang-orang lain bahwa kita itu harus fokus ke diri kita, tapi itu memang betul adanya. Karena kalau kita terlalu ingin memenuhi ekspektasi orang lain, kita jadi lupa soal diri kita sendiri. Kita terlalu mengubah diri kita sendiri, bahkan kita itu sampai lupa dengan diri kita sendiri. Jadi lebih baik fokus ke rasa kalian sendiri. Fokus ke diri kalian sendiri,” kuncinya. (jar)
