Site icon Berita Kota Makassar

Kandidat Mainkan Strategi Tic Tac Toe

MAKASSAR, BKM — Sejumlah bakal calon gubernur (bacagub) Sulsel serta mereka yang akan maju di pilkada serentak 27 November mendatang, terus bermanuver guna memuluskan langkahnya untuk mendapatkan dukungan dari elite partai politik (parpol). Mereka ada yang menemui tokoh di pusat, daerah, tokoh agama hingga tokoh masyarakat guna menyakinkan niatnya ikut bertarung.

Pengamat politik Dr Nurmal Idrus menilai manuver seperti itu wajar dalam kontestasi pilkada. ”Ini bagian dari tahapan pilkada. Karena selain jalur perseorangan, jalur partai merupakan jalur lain. Namun, para figur calon kepala daerah perlu mewaspadai kondisi tak biasa di DPP masing-masing partai. Karena seringkali pada proses pendekatan itu tak sama dengan rekomendasi yang keluar,” jelas mantan Ketua KPU Makassar ini, Senin (24/6).
Penilaian senada datang dari akademisi Unibos Dr Arief Wicaksono. Menurutnya, wajar bila para kandidat gubernur bermanuver menemui sejumlah elite parpol dan tokoh untuk mengukur langkah mereka ke depan seperti apa. Kewajaran itu didasarkan pada motif yang bermacam-macam dari para calon gubernur. Motif itulah yang bisa dianggap sebagai pemicu utama sekaligus sebagai strategi, bila fenomena manuver kandidat itu dicermati dalam perspektif teori permainan (game theory).

“Makanya bagi saya, kandidat gubernur atau bupati/wali kota, baik itu kader parpol maupun bukan, sedang melakukan strategi permainan yang namanya tic tac toe, strategi permainan sekuensial, di mana para pemain bermain tidak pada waktu yang bersamaan. Seorang pemain akan menentukan strateginya setelah pemain lawan memutuskan strategi yang dijalaninya, dengan informasi yang akurat dan valid,” jelas Arief Wicaksono.
Dalam dunia gim, tic tac toe adalah permainan yang melibatkan strategi, prediksi, dan sedikit keberuntungan. Walaupun permainan ini mudah dipelajari, namun membutukan waktu dan praktik untuk benar-benar menguasainya.
Tantangan dalam gim tic tac toe terletak pada strategi dan antisipasi. Pemain perlu merencanakan setiap langkah mereka, sekaligus memperkirakan langkah yang mungkin diambil oleh lawan. Meski terlihat sederhana, ric tac toe membutuhkan pemikiran cepat dan taktik cerdas. Tujuannya adalah untuk menjadi pemain pertama yang mendapatkan tiga simbol berurutan, sementara juga menghalangi lawan untuk mencapai tujuan yang sama.

Danny Bertemu AU

Komunikasi politik pun terus dijalin para bacagub untuk membicarakan seperti apa peluang maju sebagai 01 maupun posisi 02. Seperti yang dilakukan bacagub Mohammad Ramadhan Pomanto. Wali Kota Makassar dua periode itu telah menemui Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dr HM Amir Uskara (AU), Minggu malam (23/6). Danny didampingi istrinya yang juga merupakan bakal calon Wali Kota Makassar Indira Yusuf Ismail yang sudah lebih dulu menerima rekomendasi yang sifatnya surat tugas dari DPP PPP.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Makassar Rahmat Taqwa Qurais (RTQ) terlihat mendampingi Danny dan Indira. Menurut RTQ, kedatangan Danny untuk meminta restu kepada Amir Uskara.
Tak hanya itu, RTQ juga mengungkapkan jika keduanya juga membahas soal pilgub Sulsel. “Pertemuannya tadi malam (Minggu malam). Selain meminta restu untuk Ibu Indira, tentunya ada sedikit pembahasan terkait pilgub,” ujarnya, Senin (24/6).
Terkait dengan usungan di pilgub, RTQ yang juga legislator DPRD Makassar blak-blakan bahwa Danny menjadi prioritas di pilgub karena mengembalikan formulir di PPP. Bahkan, kata RTQ, pada kesempatan tersebut menyebut Amir Uskara sempat menyapa Danny dengan sebutan ‘Pak Gub’.
“Bahkan Pak AU sempat mengatakan silakan diminum tehnya Gub. Insyaallah kami doakan Pak DP menjadi gubernur,” tandasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Sulsel Imam Fauzan, menegaskan bahwa pertemuan Danny dengan Amir Uskara merupakan bentuk silaturahmi. Meski begitu, ia tidak membantah jika dalam pertemuan itu juga turut dibahas soal pilgub Sulsel dan pilwali Makassar.
Sebelumnya, Imam menegaskan bila PPP mengerucutkan nama bacagub tinggal dua, yakni Andi Iwan Darmawan Aras yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel dengan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Ketika ditanya soal peluang keduanya untuk berpasangan di pilgub Sulsel, Imam yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel tidak membantahnya. “Terlepas siapa yang menempati posisi 01 dan 02, kalau keduanya berpasangan di pilgub Sulsel, maka peluang menang sangat besar,” ujar Imam di Ruang Media Center DPRD Sulsel, Senin (24/6).
Seperti diketahui, Danny Pomanto juga telah menemui ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, AIA, Ketua DPD I Golkar Sulsel Dr Taufan Pawe (TP), Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, serta Ketua PSI Sulsel Muhammad Surya.

Sementara AIA telah bertemu Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS), mantan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin (IAS), dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.
Sementara Adnan juga telah bertemu Danny Pomanto, AIA serta Mentan RI Andi Amran Sulaiman. Adik Mentan Andi Sudirman Sulaiman (ASS) juga telah menemui Kaesang Pangarep, TP dan RMS.
Meski begitu, Partai Nasdem yang lebih dulu memberikan dukungan untuk berpasangan dengan Wabendum DPP Nasdem Fatmawati Rusdi dianggap final dan tengah menunggu rekomendasi dari DPP.
Nasdem yang dibentuk Surya Paloh sejak Minggu (26/5) telah mengusulkan pasangan ASS – Fatmawati Rusdi sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif mengatakan dalam waktu dekat akan ada penyerahan rekomendasi.

“Jadi, memang ini rekomendasi pilgub Sulsel sudah ada. Hanya saja masih menunggu jadwal DPP. Karena kan DPP yang akan menyerahkan,” jelas Syahar beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menegaskan bila paslon ASS-Fatma tidak akan berubah karena rekomendasi Nasdem berdasarkan hasil pleno DPW.

Simulasi Paket

Danny Pomanto terus bergerak mempersiapkan diri untuk maju di kontestasi pilgub. Selain akan turun melakukan survei di akhir Juni ini, ia juga akan melakukan simulasi-simulasi.
Orang nomor satu Makassar itu mengatakan akan melakukan simulasi dengan semua nama-nama yang berpotensi untuk berpaket dengannya di pilgub Sulsel nantinya.
“Semua nama yang berpotensi berpasangan akan disimulasikan. Kita mau lihat seperti apa peluangnya. Semua figur memiliki kekuatan. Semua harus diperhitungkan,” ungkap Danny.

Termasuk simulasi jika dirinya berpasangan dengan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani yang disebut-sebut sebagai calon kuat yang akan mendampinginya di pilgub.
“Semua skenario, termasuk Ibu Indah juga bagian dari simulasi. Intinya kalau mau menang harus baik untuk semua,” imbuhnya.
Dia mengatakan, walaupun partai koalisi pada akhirnya menentukan calon yang akan berpasangan dengan dirinya, namun tentu saja dipilih yang punya potensi untuk menang. “Saya itu yang penting menang. Untuk apa maju kalau tidak menang,” tandasnya.

Pihaknya sejauh ini terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Baik dengan partai politik untuk menjajal koalisi maupun dengan calon-calon yang berpeluang paket dengan dirinya.
“Jadi sebenarnya kita jalan terus. Cuma saya itu cenderung diam sebenarnya. Kita harus soft, jangan terlalu over akting. Saya tidak mau begitu,” terangnya.
Dia berharap pesta demokrasi lebih mengedepankan karakter sipakatau dan sipakalebbi. Mengajak masyarakat berpartisipasi dalam demokrasi sehat. Bukan demokrasi yang tidak punya akhlak. (rhm-rif)

Exit mobile version