MALILI, BKM — Desa Matano dan Kelurahan Magani di Kecamatan Nuha mewakili Kabupaten Luwu Timur dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulsel tahun 2024 baru-baru ini. Baru-baru ini tim verifikasi lapangan mengunjungi Kecamatan Nuha, yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur, tim penilai lomba desa dan kelurahan Provinsi Sulsel, serta tokoh masyarakat dan agama.
Staf Ahli Bidang Pembangunan yang mewakili Bupati Luwu Timur Rapiuddin Tahir dalam sambutannya menyatakan lomba ini tidak hanya ajang kompetisi, tetapi juga upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Desa dan kelurahan berperan penting dalam pembangunan daerah dengan menciptakan masyarakat mandiri dan sejahtera.
Dia mengatakan, Kabupaten Luwu Timur memiliki 125 desa dan tiga kelurahan. Pemerintah daerah telah mengalokasikan dana sebesar 1 miliar untuk setiap desa, di luar anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Desa (DD), untuk menciptakan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Mantan Sekretaris DPRD Lutim ini juga mengapresiasi upaya pemerintah daerah, kepala desa, lurah, dan masyarakat dalam memajukan desa dan kelurahan, termasuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
“Penilaian lomba mencakup aspek administrasi pemerintahan, pembangunan fisik, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu Lomba ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antara desa dan kelurahan, membangun kolaborasi dan sinergi untuk kemajuan daerah,” Kata Rapiuddin.
Rapiuddin berterima kasih kepada panitia dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba, serta tim penilai yang telah bekerja objektif dan profesional. Pada tahun 2019, Kelurahan Magani meraih peringkat kedua dalam lomba ini, dengan harapan bisa meraih peringkat pertama tahun ini.
Dengan semangat kompetisi dan inovasi, Desa Matano dan Kelurahan Magani siap menampilkan prestasi terbaik dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulsel tahun 2024. (rls)
