Site icon Berita Kota Makassar

Sikapi Kemarau, Pompa Air 1.133 Unit Akan Tiba di Sulsel

MAKASSAR, BKM — Musim kemarau sudah di depan mata.Lahan pertanian kini jadi fokus utama setiap pemerintah daerah (Pemda).Tugasnya, menjaga lahan pertanian tetap produktif.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pertanian (TPH-Bun) pun punya tugas cukup besar. Pasalnya, Sulsel menjadi lumbung padi nasional.
Bahkan hasil pertaniannya banyak diserap provinsi lain.
Menghadapi musim kemarau, Kepala Dinas TPH-Bun Imran Jausi mengimbau petani tak asal memulai masa tanam.
Curah hujan rendah, memaksa petani harus menyiapkan sejumlah hal. Utamanya memastikan ketersediaan air sebelum mulai menanam.

Imran Jausi mengaku tak ingin petani menanam sia-sia. Sehingga kepastian pasokan air selama masa pertumbuhan padi harus sudah dipastikan sebelum ditanam.
“Kalau itu (sumber air) tidak bisa dipastikan jangan menanam,” jelas Imran Jausi, Rabu (26/6).”Karena sama dengan buang-buang benih,” lanjutnya.
Ketersediaan air bisa dicari dari saluran irigasi atau sungai terdekat. Bisa juga melalui metode sumur bor lalu dialirkan ke persawahan.

Tentunya cara ini dengan memanfaatkan pompa air.
Ribuan pompa air sudah disediakan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Bantuan pompa air ini sementara dalam proses penyaluran ke pemerintah kabupaten/kota.
“Ada sudah terkirim ke kabupaten kota penerima, ada juga proses pengadaan karena jumlahnya banyak,” lanjutnya.
Diketahui bantuan Alsintan (alat pertanian) dari Ditjen Prasaran dan Sarana Pertanian tahun 2024 sudah dipastikan ke Sulsel.
Jumlahnya 4.010 unit senilai Rp123,60 miliar. Bantuan ini ada Brigade Alsintan sejumlah 2.016 unit Pompa Air senilai Rp48,38 miliar. Lalu, Handsprayer sejumlah 359 unit senilai Rp 0,35 miliar.
Pompa Air lagi sebanyak 1.133 unit senilai Rp27,19 miliar. Traktor Crawler sejumlah 2 unit senilai Rp0,70 miliar. Traktor Roda Dua (Tr2) sejumlah 411 unit senilai Rp13,15 miliar.Serta Traktor Roda Empat (Tr4) sejumlah 89 unit senilai Rp33,82 miliar. (jun)

Exit mobile version