MAKASSAR, BKM — Tim Miracle dari Program Kreativitas Mahasiswa skema Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar menggalakkan program pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar. Program disusun berdasarkan kebutuhan faktor individu berupa aspek kognisi, afeksi, dan perilaku dengan menyasar narapidana remaja pria pada masaasimiliasi sebagai mitra.
Program pengabdian Tim Miracle diketuai oleh Dwi Ananda Febryan dari Fakultas Peternakan, dengan anggota tim Liliana Mu’allim (Prodi Psikologi), Muhammad Zoel Ramadhan (Prodi Sistem Informasi), Muh Fauzan Idha (Prodi Kesehatan Masyarakat), dan Nur Alya Firdha (Prodi Ilmu Hukum). Tim ini mengusung Program Pembinaan WBP berjudul Three Miracle in Cell Program: PenguatanPsychological Adjustment dan Keterampilan Narapidana Melalui Principle of Andragogy untukMeningkatkan Resiliensi Pasca Tahanan.
Berdasarkan hasil kunjungan Ryan –sapaan akrab Dwi Ananda Febryan– bersama anggota tim pada Lapas Kelas 1 Makassar, terdapat fakta bahwa terjadi overcapacity dan peningkatan jumlah narapidana residivis. Hal ini mendorong Tim Miracle untuk menciptakan pembinaan yang diimplementasikan sebanyak 22 kali pertemuan, dengan melakukan intervensi terhadap kognisi (pikiran), afeksi (perasaan) dan perilaku yang melatih warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam pembuatan produk sebagai bekal wirausaha pascatahanan.
Akhir program akandilaksanakan expo project berupa pementasan karya produk WBP dan after movie yang berisikanagenda menonton kilas balik implementasi program sejak 16 Mei. Dua jenis kegiatan ini dilaksanakan, Sabtu 29 Juni 2024 dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas di Makassar sebagai volunteer. Diantaranya Universitas Negeri Makassar (UNM), UIN Alauddin Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), serta Politeknik LP3i Makassar. Dilakukan pula peluncuran campaign #BreakTheStigma kepada masyarakat umum.
Program pembinaan Tim Miracle PKM-PM bertujuan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi,
wirausaha untuk mencegah pengulangan tindak kejahatan oleh mantan narapidana. Tim juga
mengajak masayrakat umum dalam melakukan kampanye #BreakTheStigma untuk memberikan
lingkungan positif dan penerimaan kondisi mantan narapidana di tengah masyarakat.
PKM-PM Tim Miracle menyasar narapidana remaja yang notabenenya dianggap sebagai penjahat di luar sana. Selain itu, program juga menyasar tiga aspek penting dalam individu yaitu kognisi, afeksi dan perilaku. Karena itu diciptakanlah sebuah program pembinaan yang mampu meningkatkan resiliensi pasca tahanan dan menghentikan stigma negatif masyarakat terhadap narapidana maupun mantan narapidana melalui kegiatan kampanye dan after movie yang telah dilaksanakan. (rls)
