Site icon Berita Kota Makassar

Theo Geram Data Ibu Hamil dan Melahirkan tak Valid

MAKALE, BKM — Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung membuka Rapat Kordinasi (Rakor) dan EvaluasiPelaksanaan Deteksi Dini, Preventif dan Respon Penyakit Bidang Kesehatan di Gedung Tammuan Mali Makale, Selasa (2/7) kemarin.

Rakor diprakarsai Dinas Kesehatana Tana Toraja dihadiri Sekda dr Rudhy Andi Lolo, pimpinan OPD dan Ketua TP PKK Yariana Somalinggi, para Camat serta undangan lainnya. Bupati Theofilus geram saat menerima laporan data ibu hamil dan yang melahirkan, serta jumlah balita datanya tidak valid.

Mewujudkan program pencegahan stunting harus dibackup data sehingga baik balita bergejala maupun sudah stunting tepat sasaran penanggulangannya. Kepada semua OPD, Camat, Lurah, dan Kepala Lembang (Desa) maupun stakeholder lainnya terlibat pencegahan stunting harus kerja keras melakukan pendataan dan hasilnya harus seragam.
Pasalnya pencegahan stunting dimulai dari ibu hamil hingga melahirkan harusnya konsumsi makanan bergizi sehingga balitanya kelak tumbuh sehat. Diakui Theo, data statistik balita di Tana Toraja kurang lebih 20 ribu tentunya jadi sasaran setiap kegiatan Posyandu.

”Presentasi balita sehat dan kurang gizi maupun bergejala stunting harus jelas jumlahnya. Puskesmas hendaknya berperan aktif sebab upaya pemerintah tingkatkan layanan Puskesmas sudah berjalan mendorong jadi Badan Layanan Umum (BLU) mandiri kelola keuangan, bukan lagi ketergantungan dengan APBD, ”ujar Theo.
Dijelaskan Theo, pelayanan kesehatan kepada masyarakat Puskesmas harusnya jadi panglima dan terdepan, baik kordinasi kader PKK maupun kegiatan kesehatan lainnya, apalagi
Babinsa TNI dan Bhabinkantibmas Polri sudah diberi tugas tambahan bidang kesehatan.
”Terus tingkatkan kolaborasi dan sinergi sebab hasil survey 89 persen tingkat kepuasan kesehatan di Tana Toraja berkat dukungan BPJS telah wujudkan Universal Health Coverage (UHC) merupakan sistem penjaminan kesehata memastikan warga memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau, ”imbuh Theo (gus/C)

Exit mobile version