MAKASSAR, BKM–Hubungan Partai Golkar dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kian “romantis”, jelang pemilihan wali kota (Pilwali)Makassar.
Golkar dengan modal 6 kursi menugaskan Munafri Arifuddin alias Appi untuk hajatan lima tahunan ini, terus menjaga teman koalisinya PKB dengan kekuatan 5 kursi. Jika dipertahankan koalisi “Pisang Ijo” ini bahkan sudah melebihi syarat usungan dengan 11 kursi.
Demi memperkuat hubungan romantisme hingga ke “pelaminan”, Bakal Calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) menemui Bakal Calon Wakil Wali Kota Makassar, Azhar Arsyad Selasa, (9/7) malam.
Mereka bertemu di Kantor DPW PKB Sulsel, Jalan Prof Abdullah Basalamah, Makassar.
Appi menekankan bahwa dirinya tetap menginginkan untuk koalisi Golkar-PKB tetap terjalin di Pilwali Makassar 2024.
“Bagi saya koalisi Golkar-PKB tetap terjaga, karena sebagai calon, saya butuh partai koalisi. Dan saya kira Golkar-PKB juga terjadi di daerah lain,” jelas Appi, Rabu (10/7).
Lebih lanjut Ketua DPD II Golkar Kota Makassar itu menilai bahwa tak satupun partai di Kota Makassar, yang memenuhi syarat kursi bisa mengusung sendiri kandidat di Pilwalkot Makassar 2024.
Oleh sebab itu, Golkar sebagai partai yang telah memberikan tugas kepada dirinya maju Pilwali selayaknya mencari sosok pendamping dan partai koalisi untuk menggenapkan kursi usungan yang dipersyaratkan KPU.
“Saya sebagai kader yang ditugaskan partai Golkar bagaimana mencukupkan kursi koalisi dan menentukan siapa 02 nantinya. Ini kami akan terus lakukan dan membangun komunikasi,” ungkapnya.
Sedangkan, Ketua DPC PKB kota Makassar, Fauzy Andi Wawo menyatakan, pertemuan itu merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus penjajakan kemungkinan mempertahankan Koalisi Golkar-PKB atau Pisang Ijo itu.
“Ini kan tujuanya silaturahmi. Kalau saya pada intinya pak Appi Wali kota,” kata Uci.
Dalam pertemuan itu, Appi dan Azhar sepakat untuk menentukan koalisi di akhir bulan Juli setelah hasil survei keluar.
“Intinya Golkar-PKB tetap bersama. Jadi, kita survei simulasi, sepakat kami sampai akhir Juli kami bekerja maksimal untuk menaikkan elektoral,” tuturnya.
Uci tak menampik soal peluang besar Koalisi Pisang Ijo terjadi. Bahkan ketika ditanyakan persentase kemungkinan koalisi sekitar 80 persen.
“Sepertinya memang arahnya kesana. Mungkin begitu (70-80 persen). Karena menurut saya kalau Insyaallah tidak ada tsunami politik, dan Pak Appi maju Pilwali menggunakan Golkar, kan Koalisi Pisang Ijo ini tidak butuh partai lain lagi,” ungkapnya. (jun/rif)
