MAKASSAR, BKM–Bakal calon wali kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi melakukan silaturahmi dengan menemui politisi Partai Demokrat Aliyah Mustika serta Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Jalan Maipa, Makassar, Minggu, (14/7) sore.
Appi mengungkapkan, pertemuan itu berlangsung setelah dirinya membangun komunikasi dengan IAS yang pernah tercatat sebagai Wali Kota Makassar.
“Sifatnya kami silaturahmi. Saya teleponan sama Pak IAS, mampir di Maipa (kediaman beliau),” ujar Appi, Senin (15/7).
Menurut Appi, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Termasuk konstelasi Pilwali Makassar. Ia menilai bahwa silaturahmi sangat penting membahas berbagai hal yang menjadi kemungkinan di Pilwali 2024.
“Tentu, ya kita ngobrol-ngobrol, melihat Makassar ke depan, mudah-mudahan kita punya satu visi yang sama. Yang kedua kami masih butuh supporting dari partai,” katanya.
Mengingat syarat pengusungan di Pilwali Makassar, pasangan calon harus memenuhi syarat 20 persen atau dukungan 10 kursi di DPRD Kota untuk maju.
Appi hampir pasti mengendarai Partai Golkar dengan enam kursi, sementara Aliyah masih menunggu keputusan dari Partai Demokrat, pemilik tiga kursi.
“Kalau saya sudah hampir fix, tinggal surat ini yang ditunggu, Golkar dengan enam kursi, Demokrat ada tiga. Kita kan tidak bisa mencampuri urusan partai lain, sehingga di dalam proses ini kita maksimalkan dulu lah semuanya, syukur-syukur kalau bisa ketemu,” jelas mantan BOS PSM Makassar itu.
Adapun wacana berpaket dengan Aliyah, Appi mengaku terbuka dengan simulasi tersebut. Hanya saja, Partai Demokrat memiliki tiga kader yang ingin maju di Pilwali, antaranya, Aliyah Mustika Ilham, Adi Rasyid Ali dan Abdul Rahman Bando. Sehingga pihaknya menunggu keputusan akhir partai berlambang bintang mercy itu.
“Tidak masalah (berpaket dengan Aliyah), no problem. Kita tinggal mengatur, melengkapi persyaratan-persyaratan itu. Makanya tadi saya bilang, misalnya Demokrat ada tiga ya bisa. Kita tidak tau siapa yang diusung Partai Demokrat, kan banyak kader. Jadi kita menunggu saja,” ucapnya.
Appi mengaku, akan mengumumkan calon pendampingnya akhir Juli nanti. Setelah syarat pendaftaran sebagai pasangan calon di KPU sudah lengkap. “Mungkin di akhir Juli, kita harus siap-siap mendaftar karena waktu kampanye sangat singkat,” imbuh Ketua Golkar Makasar itu.
Janji Berdayakan Warga Berkebutuhan Khusus
POLITISI Golkar yang juga bakal calon wali kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi menaruh perhatian terhadap masyarakat berkebutuhan khusus, utamanya bagi penyandang tunarungu.
Seperti yang dilakukan Appi ketika bersilaturahmi dengan sejumlah warga tunarungu di Kecamatan Ujung Pandang, Minggu (14/7) malam.
Melalui Gerakan Kesejahteraan untuk Tunarungu Indonesia atau Gerkatin, Appi bertatap muka dengan penyandang disabilitas yang bermukim di Jalan Gunung Merapi, Kelurahan Lajangiru.
Appi berharap para warga penyandang tunarungu juga memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian hidup. “Disinilah peran penting pemerintah harus menjadi fasilitator mewadahi para masyarakat berkebutuhan khusus untuk memberdayakan sesuai keterampilan masing-masing,” ujarnya.
Yang terpenting, bagaimana para warga tunarungu mendapat coaching dari guru bahasa isyarat agar tidak menghadapi berbagai hambatan.
“Sehingga memang juru bahasa isyarat ini harus diberikan ruang, yang kedua mereka ini juga harus dilihat seperti apa kelebihannya karena semua manusia punya kelebihan,” terang Ketua DPD II Golkar Makassar ini.
“Misalnya ada yang bikin kerajinan, pintar masak atau berketerampilan sebagai penjahit, nah kita harus membantu mengangkat soft skillnya dengan memberdayakan lewat pelatihan,”jelas caleg DPRD Sulsel terpilih ini.
Sementara itu, Pimpinan Kecamatan (Pimcam) Golkar Ujung Pandang Warni Saharuddin yang turut mendampingi Appi mengaku sangat terbantu dengan program “Appi Peduli” bagi masyarakat tunarungu.
“Inilah salah satu kepedulian Pak Appi kepada masyarakat tunarungu dengan memberikan ruang untuk diberdayakan sesuai kemampuan dan skill masing-masing,” jelasnya.
Menurutnya, banyak potensi di Makassar yang bisa dimanfaatkan para warga tunarungu agar bisa berkembang dengan baik seperti di sektor kuliner, fashion, kesenian dan sektor lainnya.
“Untuk di wilayah kecamatan Ujung Pandang ada sekitar 60 orang, dan semuanya membuat berbagai keterampilan, dan Insya Allah kedepan akan dibuat pelatihan UMKM serta pemberdayaan,” pungkasnya. (rif)
