MAKASSAR, BKM–Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel akhirnya mencairkan sisa dana Naskah Perjanjian Kerja Sama (NPHD) Pilkada untuk KPU Sulsel.
“Jadi kan itu 60 persen sudah dicairkan sejak hari Jumat (12/7), 232 Milyar lebih,” ujar Plt Kepala Kesbangpol Sulsel, Ansyar, Senin (15/7).
Untuk Bawaslu Sulsel sendiri kata Ansyar, timnya masih sementara merampungkan administrasi pembayaran, direncanakan selesai Minggu depan. “Bawaslu sementara berproses, kalau saya harapannya administrasi nya selesai Minggu depan, saya langsung kirim mi ke BKAD (untuk pencairan),” tuturnya.
Ansyar bercerita adanya keterlambatan pencairan dari seharusnya paling lambat 10 Juli 2024 malah cair di 12 Juli 2024 sebab kendala teknis alur kas OPDnya maksimal hanya 22 persen di triwulan ketiga.
“22 persen itu hanya 173 M kalau tidak salah, ternyata kebutuhan kita itu lebih karena KPU saja 232 Milyar, ini Bawaslu 104 Milyar, makanya kita ajukan revisi alur kas makanya itu mengalami sedikit keterlambatan,” bebernya.
Anggaran Pilgub Sulsel 2024 disepakati untuk KPU Sulsel sebesar Rp387 miliar lebih. Adapun nilai 40 persen yang sudah diterima KPU Sulsel sebelumnya yakni Rp154 miliar lebih.
Sedangkan untuk Bawaslu Sulsel totalnya ada Rp 173 M dan di tahap pertama sudah tersalur Rp 69 miliar lebih. Kemudian untuk tahap kedua sekitar kurang lebih 104 Milyar.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli menanggapi keterlambatan ini. Pihaknya masih menunggu Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel untuk segera mencairkan sisa anggaran tersebut.
“Kita menunggu saja kapan BKAD menyiapkan anggarannya,” singkatnya, saat dikonfirmasi, Selasa (16/7). (jun/rif)

