MAKALE, BKM — Pansus rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT-RW) DPRD Tana Toraja kembali melanjutkan pembahasan dengan mitra kerjanya Bagian Hukum Setda Tana Toraja, Dinas PUTR, dan Bapelitbangdadi Gedung DPRD Tator, Selasa (16/7). Pansus dipimpin Kristian H.P.Lambe.
Wakil Ketua Pansus Yohanis Lintin Paembongan saat menghadiri pembahasan bersama anggota pansus lainnya Andareas Tadan, Anre Tulak, Kristian Takebong, Kendek Rante, dan Leonardus Tallupadang, Yohanis Tombilangi, dan Semuel L.Tandirerung.
Anggota Pansus yang tak lagi lolos ke DPRD pada Pileg Feburari lalu optimis pembahasan rancangan RT-RW 2024 segera selesai sebagai bentuk pengabdian sebelum masa tugas berakhir.
Ketua Pansus Kristian kepada BKM menjelaskan ruang sebagai sumber daya pembangunan lokal, merupakan input alternatif permanen dan selalu tersedia di suatu wilayah. Menurut Kristian, perencanaan dan pembangunan ruang demi mewujudkan ruang aman, nyaman, produktif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Rancangan RT-RW Tana Toraja merupakan produk perencanaan tata ruang mengemban visi dan misi wilayah akan kemana arah pembangunan Tana Toraja kedepan. Melalui RT RW segala kepentingan diakomodir, baik perubahan peraturan perundang-undangan, perubahan kebijakan pembangunan nasional dan regional, terjadinya dinamika inter dan antar wilayah, termasuk dinamika pembangunan ekonomi dan tuntutan kebutuhan masyarakat.
”Hal ini menjadikan RT-RW sebagai pintu gerbang terbaik bagi investasi menuju Tana Toraja daerah tujuan wisata perioritas pembangunannya untuk kesejahteraan masyarakat, adil dan makmur,” ujar Kristian.
Ditambahkan Yohanis Lintin begitu luas wilayah Tana Toraja Daerah Otomi Baru (DOB) Toraja Barat hendaknya jadi perhatian. Terjadinya ketimpangan pembangunan antar wilayah menjadi alasan DOB Toraja Barat segera terbentuk.
”Konsultan rancangan RT-RW diharap perhatikan aspirasi masyarakat sebab kebutuhan mendesak sehingga setelah rancangan RT-RW jadi Perda tidak mubazir, ”singkat Yohanis. (gus/C)

