SOPPENG, BKM — Kerusakan jalan di Desa Bulue Kecamatan Marioriawa menjadi permasalahan yang banyak dikeluhkan oleh warga. Terutama Jalan Poros Lejja Lamentong, Datae dan Gellenge berjarak sekitar empat kilo meter dari Jalan Poros Permandian Air Panas Lejja. Padahal kampung ini termasuk salah satu penghasil cengkeh, madu, lombok dan kemiri serta gula merah terbesar di Kabupaten Soppeng.
Warga setempat Tiar kepada BKM, Selasa (16/7) mengakui sulitnya akses akibat jalanan yang hampir rusak total, mengakibatkan para petani dan pengepul menjadi rugi. Gegara kerusakan jalan ini berdampak kepada harga bahan pokok yang mahal dan juga harga barang petani menjadi murah.
Jalanan ini merupakan satu-satunya akses keluar masuk dari desa Bulue menuju ibu nota kecamatan, yang setiap hari dilalui oleh para siswa-siswi tingkat SMP dan SMA yang bersekolah di Batu Batu. Para guru SD dari desa lain juga melintasi jalanan ini untuk melaksanakan tugas mengajar di SDN 66 Mario Kelas Jauh Datae dan Kelas Jauh Gellenge. Maka tak heran, jika tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan.
Jalanan rusak menghambat aktivitas masyarakat. Dikhawatirkan akan memakan korban jiwa, karena di kawasan ini merupakan daerah perbukitan yang memiliki pendakian tajam dan penurunan curam dengan akses jalan licin, bebatuan besar, serta tanah lumpur. Warga berharap mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
”Jika jalanan bagus jarak ibu kota kecamatan dari sini hanya perlu waktu 50 menit, dikarenakan jalanan rusak waktu tempuh bisa sampai tiga jam,” tambah Tiar.
Selama ini jelas Tiar bersama warga bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak. Semenjak beberapa bulan terakhir, jalannya sudah rusak semua. Bisa kita bayangkan jika ada salah satu warga sakit dan harus dirujuk segera.
”Kami berharap kepada Pemkab untuk memperbaiki jalanan dan akses jaringan PLN. Karena kami di RK Datae dan Gellenge belum tersentuh PLN hanya memakai Listrik Tenaga Air yang setiap saat mati lampu,” tandas Tiar. (ono/C)
