MAKASSAR, BKM — Secara mengejutkan Rusdin Abdullah atau yang akrab disapa Rudal menyatakan mundur dari bursa kandidat bakal calon wali kota Makassar. Padahal, ia sudah massif bersosialisasi dengan memasang baliho serta menemui warga. Elektabilitasnya pun cukup bagus.
Politisi pengusaha ini menyatakan mundur usai bertemu dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem di Jakarta. Termasuk dengan Rusdi Masse (RMS).
Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPW Nasdem Sulsel Mustaqim Musma membenarkan pertemuan itu membahas kondisi terkini menjelang pilwali Makassar saat ini. “Pertemuannya di salah satu hotel di Jakarta. Di sana, Nasdem bersama Pak Rudal membedah kondisi politik di Makassar, salah satunya hasil survei,” ujarnya, Kamis (18/7).
Taqim menuturkan, keputusan Rudal untuk mundur dari proses penjaringan lantaran dirinya sudah melihat perkembangan politik di Makassar beberapa waktu belakangan. “Pak Rudal juga sudah berhitung dan realistis dengan kondisi tersebut sehingga memutuskan untuk tidak maju dalam pilwali nanti,” terangnya.
Menurut Taqim, dinamika politik di Makassar masih dinamis. Apalagi Makassar dikenal menjadi daerah gerbang Indonesia timur. “Pak Rudal juga melihat hasil komunikasi dengan partai dan calon lain, serta mengalkulasikan dinamika politik di Makassar, sehingga mengambil kesimpulan untuk tidak maju,” jelasnya.
Taqim tak menampik kalau Rudal menjadi salah satu kandidat yang dijagokan Nasdem di Makassar. Karena itu untuk sekarang, partainya masih melakukan kajian untuk calon usungan ke depan.
“Saat ini, Makassar masih dilakukan pengkajian dan pendalaman karena memang dinamikanya agak berbeda dengan daerah lain,” kuncinya.
On The Track
Konsultan politik dari lembaga PT Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus menanggapi mundurnya Rudal. Menurutnya, Rudal selama ini sudah on the track dari sisi elektabilitas atau tingkat keterpilihan.
Nurmal Idrus, menyampaikan, bahwa tak banyak yang mengetahui bahwa Rudal sebelum mundur sebenarnya telah melakukan uji survei untuk mengukur tingkat penerimaan warga Makassar terhadap dirinya.
“Pak Rudal memakai jasa lembaga konsultan dan riset politik Nurani Strategic Consulting. Digelarlah perekaman preferensi pemilih atas pilwali Makassar,” ujar Nurmal, Kamis (18/7).
Nurmal membeberkan bahwa pihaknya menggelar perekaman dari tanggal 24 Juni hingga 4 Juli 2024. Kemudian memaparkan hasil temuannya di depan Rudal dan tim intinya di sebuah tempat di Makassar pada Senin (8/7).
“Hanya berselang sepekan setelah hasil survei itu didapatkan, Rudal terbang ke Jakarta, hingga kemudian memutuskan mundur,” ucapnya.
Padahal Nurmal mengaku, pada Selasa (16/7) malam, telah mengirimkan undangan konferensi pers kepada sejumlah media untuk rilis survei pada Rabu (17/7). Tetapi pagi harinya, mantan Ketua KPU Makassar ini mengirimkan pesan singkat jika prescon ditunda dengan sejumlah alasan.
Ketika mundurnya Rudal dikaitkan dengan hasil survei, Nurmal enggan blak blakan dan menolak untuk memberikan pernyataan terkait hasil temuannya jelang pilwali Makassar. Akan tetapi, ia mengakui bahwa prospek elektabilitas Rudal menuju pemungutan suara 27 November 2024 tergolong bagus.
“Pak Rudal terus konsisten berada di empat besar. Jadi saya pikir mungkin bukan hasil survei itu yang menjadi dasar keputusan,” jelasnya.
Informasi yang beredar, selain hasil surveinya di peringkat empat, juga karena DPP Nasdem belum mengeluarkan surat tugas, seperti yang diterima belasan bakal claon wali kota dan bupati di Sulsel.
Tak hanya Rudal, pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi juga belum mendapat surat tugas.
Selain Nasdem, Partai Amanat Nasional (PAN) juga belum mengeluarkan surat tugas untuk Rudal. Padahal sudah ada pembicaraan RMS dengan Ashabul Kahfi soal koalisi di Pilwali Makassar.
Mundurnya Rudal yang memiliki tagline ‘Rudal Sayang Makassar’, sebelumnya disampaikan juru bicaranya Hamzah Abdullah di Posko Pemenangan Rudal Jalan AP Petta Rani Makassar, Rabu malam (17/7).
“Iya, betul. Saya sampaikan karena sesuatu hal, Pak Rusdin Abdullah tidak maju di pilwali Makassar,” tegas Hamzah Abdullah.
Melalui Hamzah, Rudal juga telah menyampaikan permohonam maaf dan terima kasih kepada masyarakat Kota Makassar secara umum, sahabat, tim, relawan dan loyalisnya atas keputusan tersebut.
“Bapak juga menyampaikan permohonan maaf dan rasa terima kasihnya kepada semua masyarakat, keluarga, relawan, sahabat, tim dan loyalis yang sejak awal terlibat. Bapak (Rudal) berkeyakinan ada hikmah yang didapatkan dan ini adalah keputusan yang terbaik,” jelas pria yang akrab disapa Anca ini. (jun)
