Site icon Berita Kota Makassar

Rahman Bado Kantongi 8 Kursi Dari KIM, 2 Hanura

MAKASSAR, BKM–Mantan birokrat senior selaku bakal calon wali kota Makassar, Dr H Abd Rahman Bando (ARB) semakin optimis maju pada kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar 27 November nanti.
Optimisme itu kian benderang ketika mantan Kepala Dinas Pendidikan Makassar itu, sudah mendapat jalan dari sejumlah partai politik (Parpol) sebagai kenderaan untuk menghadapi Pilwali nanti.
Saat ini, ARB itu sudah mengantongi surat tugas dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga mengontrol 3 kursi di DPRD Makassar. Sebelumnya, ada dari Demokrat juga 3 kursi serta Hanura 2 kursi.

Tim Pilkada DPP PAN merekomendasikan ARB maju di Pilwali Makassar 2024. Nomor : 1307/PILKADA/VII/2024 tertanggal 16 Juli 2024 yang ditandatangani Viva Yoga Mauladi, Yandri Susanto dan Pangeran K Saleh.
Selain itu PAN dan Demokrat juga bagian partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung kemenangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Pilpres 14 Februari 2024 lalu.
Saat dimintai tanggapan, ARB menyampaikan syukur. Ia menyebutkan, Ini menjadi modal kuat bagi dirinya untuk mencukupkan koalisi serta mencari pasangan. “Alhamdulillah, sudah dua Parpol memberikan kepercayaan lewat surat tugas kepada saya. Demokrat dan PAN telah memberikan kepercayaan untuk Pilwali Makassar 2024,” ujarnya, Kamis (18/7).

Dia mengatakan, surat tugas tersebut akan digunakan untuk membangun koalisi dalam memenuhi syarat pengusungan 20 persen dan mencari pasangan.
Lanjut dia, tiga Partai yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dalam bentuk surat tugas. “Jadi, masih ada tugas tambahan mencukupkan koalisi, mencari pasangan, lalu bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas,” katanya.
Beberapa figur sudah membangun komunikasi karena Makassar sekarang ini belum ada yang jadi. Jadi harus membuka ruang komunikasi dengan semua figur-figur yang ada niat maju di Makassar.

“Kita hargai kajian-kajian dari lembaga eksternal kami, tapi kita juga memiliki punya kajian internal yang nantinya kami bersama,” jelasnya.
Menurutnya, waktu masih panjang. Dimana, masih ada satu bulan, 27 Agustus baru pendaftaran. “Sehingga Agustus, kita masuk persiapan-persiapan pendaftaran di KPU. Kan kami koalisi akan berusaha mencukupkan syarat pengusungan 20 persen atau 10 kursi DPRD Makassar,” tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan Makassar ini.

Sebelumnya, ARB berpatokan pada kajian survei dan melihat kecocokan gagasannya dengan kandidat tersebut.
“Bagi saya survei penting dalam mencari pasangan karena sebagai bakal calon wali kota, figur pasti ingin kandidat yang berpasangan dengannya memiliki peluang menang,” jelasnya.
Namun, ARB menginginkan survei dilakukan secara profesional dan objektif. Mengambil keputusan tentu didasarkan pada kajian.
“Kajiannya adalah survei. Yang betul-betul objektif tidak diutak atik. Kita tidak serta merta menentukan wakil atau calon,” ujarnya.
ARB bersikap seperti itu karena berdasarkan pada pengalaman di Pilwali 2020 lalu. Oleh karena itu, ia akan mengeluarkan survei-survei pembanding yang dijalankan secara profesional.

Pengamat Politik Unibos, Dr Arief Wicaksono mengatakan bahwa saat ini figur ARB masih perlu diperhitungkan dalam Pilwali Makassar. “Kalau kita mau objektif yang paling jelas konsep pembangunan adalah Pak Rahman Bando. Dengan taglinenya Gerbang Makassar yaitu Gerakan Bersama Membangun Makassar,” ujar Arief Wicaksono.
Menurut Arief, konsep Gerbang Makassar ala ARB bukan branding personal seperti kandidat lain yang menonjolkan sisi kepribadiannya. (rif)

Exit mobile version