BULUKUMBA, BKM — Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf membuka turnamen Sepakbola Bupati Cup III Zona Kecamatan Rilau Ale di Bonto Bangun baru-baru ini. Usai membuka, Wabup Edy Manaf melakukan tendangan pertama.
Dalam sambutannya, Edy mengungkapkan filosofi sepakbola yang tanpa batas. Dia bilang, sepakbola memiliki magnet kuat dan kecintaan suporter. Edy kemudian mencontohkan kompetisi sepakbola paling bergengsi di Benua Biru, yang digelar beberapa waktu lalu. Kompetisi itu, sedemikian rupa membentuk fanatisme dukungan.
“Sepakbola sesuatu yang tanpa batas. Kemarin kita nonton Euro dan Copa America. Yang bermain bukan negara kita, tapi kita rela begadang untuk menyaksikannya,” ujarnya.
Menurutnya sepakbola memberi banyak pelajaran positif, terutama dalam mengeratkan silaturahmi sesama tim yang berlaga hingga suporter dari masing-masing tim tersebut.
“Dalam sepakbola, banyak nilai-nilai yang bisa kita petik. Seperti pentingnya menjunjung tinggi sportivitas. Sepak bola adalah kebutuhan kita semua,” jelas Edy Manaf.
“Turnamen ini ajang kompetensi. Manfaatkan sportivitas sebaik-baiknya. Jangan ada perbedaan yang mengarah perpecahan. Olahraga ini sangat indah tanpa ada kerusuhan,” sambungnya.
Edy Manaf mengatakan, turnamen sepak bola Bupati Cup Bulukumba adalah sejarah baru dalam menyajikan hiburan ke masyarakat di setiap momentum menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Apalagi kompetisi ini, sudah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut.
“Alhamdulillah turnamen ini bisa terlaksana karena kolaborasi kita semua. Ada peran kepolisian, TNI, panitia dan lain sebagainya. Ini bukti kalau kita ikhlas didasari gotong royong, pasti hasilnya akan baik,” tukasnya.
“Kemarin saya kasi hadiah di Herlang. Di Rilau Ale ini, juara pertama saya kasi baju seragam sepakbola. Ditambah lagi baju tim kecamatan yang berlaga di tingkat kabupaten nantinya,” jelasnya menambahkan.
Camat Rilau Ale, H Muh Sabir mengaku pelaksanaan Bupati Cup ini, awalnya akan dilaksanakan di lapangan Desa Bontomanai. Namun karena beberapa pertimbangan, maka turnamen ini dilaksanakan di Desa Bonto Bangun.
“Tahun-tahun sebelumnya sepakbola dilaksanakan di Bontomanai, di sini upacara puncak peringatan Hari Kemerdekaan. Tahun ini, lapangan di Bontomanai menjadi lokasi upacara puncak peringatan Hari Kemerdekaan. Makanya lapangan di sana disterilkan,” ungkapnya.
Muh Sabir mengemukakan persiapan panitia Bupati Cup III Zona Rilau Ale, yang teramat singkat. Waktu persiapan yang hanya 1×24 jam, membutuhkan kerja ekstra.
“Kami mengapresiasi seluruh panitia, kepala Desa Bonto Bangun dan lainnya. Dengan waktu yang sangat singkat bisa terlaksana. Jam III sore kemarin keputusannya, jam III sore hari ini dilaksanakan kickoff. Kami juga laporkan, lapangan ditimbun beberapa menit sebelum kickoff,” katanya.
Dia berpandangan Bupati Cup merupakan bentuk perhatian dari pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, dalam pengembangan olahraga sepak bola. “Ini ajang silaturahmi antar desa. Nanti ada yang mewakili kecamatan Rilau Ale ke tingkat kabupaten. Semoga yang bertanding nantinya, benar-benar pemain berkualitas,” kata Sabir.
Sementara itu, panitia pelaksana Bupati Cup tingkat Kabupaten Bulukumba H lham Amdar mewakili Ketua Askab PSSI Bulukumba menyampaikan bahwa Bupati Cup Zona Rilau Ale diikuti oleh sebelas desa dan kelurahan, serta satu sekolah menengah kejuruan.
Askab PSSI Bulukumba, katanya, mengawal pelaksanaan Bupati Cup di masing-masing kecamatan. Ia bilang setiap kecamatan yang melaksanakan Bupati Cup, dikawal oleh perwakilan Askab PSSI Bulukumba sebagai koordinator.
“Kami laporkan bahwa Askab PSSI Bulukumba berkontribusi atau bertanggung jawab dalam hal deklarasi wasit dan uang pembinaan,” jelas pria yang akrab disapa Haji Kumbara.
Ilham menerangkan bahwa Bupati Cup Zona Rilau Ale dilaksanakan hingga akhir Juli 2024, menggunakan sistem setengah kompetisi dengan total 18 pertandingan secara keseluruhan.
“Pembukaan hari ini adalah pembukaan ketiga Bupati Cup di tingkat kecamatan. Dua kecamatan lain yang sudah memulai, yaitu Kecamatan Bonto Bahari dan Herlang,” imbuhnya.
Di laga pembuka, tim sepak bola Desa Bontolohe berhadapan dengan Desa Swatani. Hingga wasit meniup peluit panjang, kedua tim bermain imbang dengan skor kacamata 0-0. (rls)
