Site icon Berita Kota Makassar

Warga Gellenge Terjajah di Kampung Sendiri

SOPPENG, BKM — Bangsa Indonesia sudah merdeka sejak 78 tahun silam tapi tidak dengan warga Gellenge Dusun Mattirobulu Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Warga di desa ini justru terjajah di kampung sendiri hingga bertahun-tahun lamanya. Sejak kemerdekaan yang sudah berlangsung selama 78 tahun dan sisa menghitung hari usia kemerdekaan RI memasuki ke 79, warga Gellenge belum menikmati listrik buah dari kemerdekaan itu.

Wilayah Gellenge hanya berjarak kurang lebih 21 kilometer dari ibu kota kecamatan. Mereka belum menikmati listrik milik negara seperti wilayah lainnya.
“Di sini tidak ada jaringan listrik PLN, kami hanya mengandalkan Listrik Tenaga Mikro Hidro atau kincir air yang tiap musim hujan atau kemarau penggunaannya tidak maksimal. Daya listrik yang ada pun merupakan usaha masyarakat sendiri tanpa bantuan pemerintah.
”Bahkan masih ada warga yang hanya memakai lampu pelita pada malam hari padahal ini sudah puluhan tahun merdeka, kami di sini belum menikmatinya,” ungkap salah seorang warga Ennang Selasa (24/7).

Masyarakat, lanjut dia, sudah mengajukan pemasangan listrik ke pemerintah agar di kampung Gellenge bisa teraliri listrik namun sampai saat ini belum ada respons dari pemerintah.
Hal yang menyedihkan karena berapa tahun yang lalu pernah ada masuk jaringan listrik bahkan tiang dan kabelnya sudah ada sampai di perkampungan tapi tiba tiba diangkut kembali.
”Saya dengar tidak ada izinnya dari BKSDA, jadi terpaksa tiang dan kabelnya diangkat kembali dan dipindahkan ke wilayah lain,” tambah Ennang dengan nada sedih.
Dia mengaku seringkali mengalami kewalahan untuk mengisi listrik barang-barang elektronik seperti ponsel padahal pekerjaan serba teknologi yang membutuh daya listrik.
“Ya, kita hanya bersabar dan terus bersabar. Semoga pemerintah bisa memperluas jaringan listrik ke kampung kami,” harapnya.

Selain itu lanjut Ennang, masalah di kampungnya bukan hanya soal listrik tapi akses jalan juga sangat buruk. ”Masyarakat seringkali menyampaikan keluhan terkait jalan kepada pemerintah. Namun, hingga kini belum kunjung diperhatikan. Kami di sini sangat terisolasi. Bisa dikatakan belum merdeka dari infrastruktur jalan dan listrik,” ujarnya. (ono/C)

Exit mobile version