Site icon Berita Kota Makassar

Dua SD Alternatif Bagi Murid Terdampak Penyegelan

MAKASSAR, BKM — Penyegelan SDI Pajjaiang dan dua sekolah lainnya yang berada dalam satu lokasi, membawa dampak bagi kurang lebih 1000 peserta didik. Agar para generasi penerus bangsa itu tetap bisa bersekolah secara normal, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan menyiapkan skenario belajar tatap muka.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin Mustakim menerangkan, sesuai arahan Wali Kota Makassar Muhammad Ramdhan dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Makassar Nauli Rahim Siregar, perlu dicarikan solusi alternatif terhadap 1000 siswa. Pihaknya pun mencari sejumlah lokasi untuk para peserta didik melaksanakan proses belajar mengajar.
Ada tiga sekolah yang berada dalam kawasan lahan sengketa yang saat ini tidak bisa melaksanakan proses belajar mengajar secara normal. Masing-masing SDI Pajjaiang, SDN Pajjaiang, dan SDI Inpres Sudiang.

Dia menerangkan, dalam proses peninjauan yang dilakukan Rabu (24/7), ada dua lokasi yang berpotensi menjadi sekolah sementara bagi ribuan peserta didik tersebut. Yakni SD Inpres Kalang Tubung dan SMP Negeri 16. Semua sekolah tersebut berlokasi di Jalan Gowa Ria.
Rencananya, SD Inpres Pajjaiang bisa ditempatkan di SD Inpres Kalang Tubung 1. Ada 10 ruang kelas di sana yang bisa digunakan untuk belajar. Namun karena sekolah tersebut digunakan pagi hari, maka peserta didik dari SD Inpres Pajjaiang bisa bersekolah siang hari.
Sementara untuk SD Negeri Pajjaiang dan SD Inpres Sudiang, proses belajar mengajarnya akan ditempatkan di SMP Negeri 16. Sekolah itu memiliki 11 ruang kelas, dengan proses belajar mengajar pagi dan siang.

“Jadi kami menindaklanjuti arahan Bapak Kajari Makassar dan Bapak Wali Kota, bahwa sambil proses sengketa berjalan, kami diminta mencari solusi atau alternatif terhadap 1000 siswa agar proses belajar mengajar tetap berjalan,” kata Muhyiddin saat dihubungi, kemarin.
Dia mengaku telah melakukan rapat koordinasi dengan kepala sekolah wilayah Biringkanaya, sekaligus memantau sekolah yg akan digunakan yang tidak jauh dari sekolah yang bersengketa. Selain itu, tambah Muhyiddin, pihaknya sudah koordinasi dengan Kapolsek Biringkanaya untuk meminta pengawalan dalam memindahkan sarana dan prasaran belajar peserta didik ke sekolah sementara.

“Kita tidak mungkin meminta para peserta didik untuk belajar online terus menerus sampai batas waktu yang tidak kita ketahui. Jalan satu-satunya adalah siapkan alternatif sekolah,” ungkap mantan Plt Kadis Sosial Makassar itu.
Sebelumnya, baik Wali Kota, Kajari, hingga Plt Sekretaris Kota Makassar meminta Disdik mencari solusi terhadap persoalan peserta didik yang tidak bisa belajar secara normal. Bahkan Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan, jika memungkinkan para peserta didik bisa diarahkan bersekolah di GOR Sudiang ketika tidak ada lokasi representatif untuk belajar.
“Harus dicarikan solusi bagi mereka agar bisa belajar secara normal. Masak mereka mau belajar online terus,” tandas Danny Pomanto. (rhm)

Exit mobile version