Site icon Berita Kota Makassar

Danny Tawarkan Tiga Proyek Senilai Rp20 Triliun di MIF

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menggelar Makassar Investment Forum (MIF) selama tiga hari, 25-27 Juli. Agenda berskala internasional itu dibuka Wali Kota Makassar, Kamis (25/7) di Hotel The Rinra, Jalan Metro Tanjung Bunga.
Dalam agenda itu, Pemkot Makassar memanfaatkan kesempatan untuk menawarkan sejumlah proyek mercusuar kepada para investor dari berbagai negara. Tercatat ada 13 delegasi dari berbagai negara yang hadir dalam kegiatan tersebut. Diantaranya Prancis, Malaysia, Italia, Singapura, Polandia, Netherlands, Malaysia, Jepang, Filipina, Inggris, Amerika, UEA dan Indonesia.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) Makassar Helmy Budiman, menyebut ada tiga proyek strategis yang ditawarkan dalam MIF tahun ini. Diantaranya ducting sharing, jalan tol layang lingkar dalam, dan metro kapsul. Diperkirakan ketiga proyek tersebut menelan dana total senilai Rp20 triliun.

Dari ketiga proyek tersebut, yang paling siap untuk ditawarkan ialah metro kapsul. Apalagi rencana proyek ini sudah terdaftar sebagai salah satu proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Dari hasil diskusi forum ini, empat perwakilan negara bertemu Wali Kota Makassar Danny Pomanto.
Masing-masing Wakil Duta Besar Uni Emirat Arab Shaima Salem, Wakil Duta Besar Singapore Terrence Teo, Kepala Ekonomi Kedutaan Italia Giovanni, serta Wakil Wali Kota Ipoh, Malaysia. Para perwakilan luar negeri tersebut melakukan one on one meeting bersama Wali Kota Makassar Danny Pomanto. Helmy berharap, usai one on one meeting ini ada proyek-proyek yang dilirik oleh negara asing.
Dalam forum ini, Pemkot Makassar sekaligus melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Global Evready Perkasa tentang Pembangunan Sistem Transportasi Publik Rendah Karbon di Makassar. Kata Helmy, setelah MoU tersebut, PT Global Evready akan mengundang Pemkot Makassar berdiskusi terkait kesian feasibility study dari proyek Metro Kapsul.

“Mereka menyampaikan bahwa sudah ada lembaga riset yang siap mendukung dari Amerika Serikat,” ungkap Helmy.
Proyek ini, kata Helmy, direncanakan groundbreaking pada 2027 mendatang. Meski begitu, proyek ini diharapkan bisa lebih cepat berjalan.
Berkaitan dengan transportasi low carbon itu sudah termuat dalam rancangan RPJP untuk 2025-2045. ”Insyaallah apapun yang kita lakukan hari ini pasti akan memberikan dampak kepada pemerintah kota, terus dilanjutkan untuk wali kota selanjutnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengajak para delegasi dan peserta Makassar Investment Forum (MIF) untuk berinvestasi di Kota Daeng. Apalagi dengan posisi strategis dan dekat dengan Ibu Kota Nusantara, maka daya jual Kota Anging Mammiri ini sangat seksi.

“Makassar sangat dekat dengan IKN. Jarak dengan Ibu Kota Nusantara juga hanya 45 menit. Jadi Makassar seperti rumah kedua untuk Nusantara,” kata Danny Pomanto.
Selain itu, Makassar memiliki pertumbuhan ekonomi yang signifikan yakni 5 persen dengan inflasi 1,7 persen. Dengan pertumbuhan yang sehat ini menjadikan Makassar menempati city indeks pada posisi 157 di dunia. Lalu, Smart City Indeks ranking 115 di dunia dan ketiga Happiness Indeks rangking 250 di dunia dari 10 ribu kota di dunia.
Danny menuturkan, Makassar juga berkomitmen menjadi kota dengan rendah karbon, urban farming, lorong wisata atau tourism alley, konversi energi sampah, dan penggunaan solar panel di sekolah-sekolah dan tempat publik. “Olehnya Makassar kota ini merupakan kota terbaik untuk berinvestasi,” tekannya.

Danny menjelaskan, MIF sendiri merupakan inisiatif dari Pemkot Makassar dan merupakan bagian dari F8. MIF juga melibatkan berbagai kota di Sulsel dan investor luar negeri, para konsulat jenderal yang mana menghadirkan banyak delegasi negara. Melalui seminar ini juga dilaksanakan one and one business matching dan promosi investasi.
Apalagi forum ini pula mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, pembangunan kesinambungan, akselerasi teknologi, pembangunan manusia dan sebagainya. Dia berharap, para investor asing berminat dengan Makassar juga daya tariknya.
Wali kota dua periode ini juga berpesan kepada para peserta dan tamu delegasi agar menikmati berbagai sajian kuliner, festival dan sebagainya. “Silakan nikmati Makassar dengan ikon Kota Makan Enak, Kota Festival Tepian Air,” pesannya. (rhm)

Exit mobile version