Site icon Berita Kota Makassar

ISBI Sulsel Jalankan Program Revolusi Plastik di Takalar

TAKALAR, BKM — Institut Seni Budaya Indonesia Sulawesi Selatan (ISBI Sulsel) Universitat Leipzig melaksanakan program konservasi dan seni pertunjukan di Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini bertujuan menjalankan program revolusi plastik dengan menggandeng Sidonding-donding Group. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unhas Takalar, pada Rabu pagi (24/7), di Jalan Pramuka Sombalabella Takalar, dan Kamis (25/7), konservasi dan seni pertunjukan di Takalar yang menjadi tuan rumah.

Dan Erwin Sirajuddin bertindak sebagai koordinator dan penanggungjawab program konservasi dan seni pertunjukan Sulawesi Indonesia.
Koordinator dan Penanggungjawab Program Konservasi dan Seni Pertunjukan Sulawesi Indonesia, Erwin Sirajuddin, mengatakan, tepat tanggal 24 Juli 2024, konservasi dan seni pertunjukan resmi berkantor di Takalar.

Dimana difasilitatis Ketua IKA Unhas Takalar, Okta Wiraguna bersama ISI Sulsel dan Komunitas Sandindong-Dindong.
”Keterlibatan membuktikan bahwa Gagasan dan Metode Program Konsevasi dan Seni Pertunjukan akan segera dijalankan di kabupaten Takalar, dan dalam waktu dekat Tim Kerja Konsevasi dan Seni Pertunjukan Sulawesi akan melakukan audiens ke Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar, mempresentasekan maksud dan tujuan dari Program Konservasi dan Seni Pertunjukan yang akan dijalankan di Takalar
Lanjut Erwin mengatakan, program ini mendapat dukungan dari Center Of Competence for Theatre di Universitas Leipzig dan Max Palnck Institute for Evolutionary Anthopology Leipzig Jerman. Dimana, program Revolusi Plastik di Universitas Pourtsmouth Inggris, menjadi program Prodi Teater ISBI Sulawesi Selatan di Kabupaten Takalar.

”Menjadi spesial adalah tamu dari luar negeri, yakni Dorothea M Kaiser sebagai peneliti dan pengawas program konsevasi dan seni pertunjukan dari Centre of Competence for Theatre UNIV Leipzig dan Max Planck Institute for Evalutionary Anthropoly Leipzig Jerman.  
Doro (pangigilan Dorothea M Kaiser) mengatakan, program konservasi dan seni pertunjukan dapat melibatkan para periset dari akademisi dan praktisi yang berhubungan dengan konsevasi dan seni pertunjukan.

Sebab hasil dari metode ini merupakan perpaduan antara riset konsevasi dan estetika seni untuk menyuarakan konservasi. Kita Menjaga Alam, Alam Menjaga Kita.katanya
“Dan program ini juga akan bekerjasama dengan Univesitas Pourtouth Inggris, Universitas Lincoln Inggris, ISBI SulSel, ISI Surakarta, UNHAS, ISI Yogayakarta, dan  Pertuguruan tinggi dan komunitas lain baik di lokak Sulawesi mapun di tingkat Nasional dan Internasional
Ketua IKA Unhas Takalar Okta Wiraguna, sangat mendukung program ini. Okta mengatakan, program ini akan bersinergi dengan IKA Unhas baik ditingkat kabupaten dan kota sampai ke tingkat nasional.
”Saya sangat berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan,” tutup Okta. (rls)

Exit mobile version