MAKASSAR, BKM — Badan Pusat Statistik mencatat Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai salah satu daerah penghasil daging Babi se Indonesia. Dari data tersebut, memperlihatkan Sulsel berada di peringkat ke tujuh.
Dilansir dari website resmi, bps.go.id , ada 10 provinsi penghasil daging di tahun 2023, di peringkat pertama Bali dengan jumlah produksi 51.391 ton, kemudian, Sulawei Utara sebanyak 27.420 ton, Nusa Tenggara Timur 13.829 ton, Sumatra Utara 11.637 ton, dan Kalimantan Barat 4.898 ton.
Di peringkat selanjutnya, ada DKI Jakarta dengan produksi 4.739 ton,
Sulawesi Selatan sebanyak 4.617 ton kemudian Kepulauan Riau dengan produksi 4.125 ton, Papua Pegunungan 3.913 ton terakhir
Banten 3.641 ton.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Nurlina Saking membenarkan jika Provinsi Sulsel menjadi salah satu daerah dengan populasi ternak babi yang cukup banyak di Indonesia, bahkan masuk di tiga besar.
Namun, ia menyebutkan akibat dari virus flu babi afrika yang menyerang pada tahun 2023 terjadi penurunan yang cukup signifikan.
“Sulsel menjadi salah satu provinsi dengan Populasi ternak Babi, namun akibat dari virus flu babi afrika membuat populasinya menurun cukup besar,dimana dari 10 Kabupaten dan Kota tersebut hanya tersisa sedikit populasi yang ada,” sebut Nurlina, Senin (29/7).
Jadi yang dibutuhkan, menurut Nurlina adalah bio security yang ketat agar ternak ini tidak sampai tertular.
Makanya pergantian ini, harus dikosongkan dulu baru memasukkan babi – babi yang sehat, dari daerah yang tidak tertular,” katanya lebih jauh
Sementara itu, 10 Kabupaten dan Kota yang menjadi penyumbang diantaranya Gowa, Luwu,Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja dan Toraja Utara. (jun)

