MAKASSAR, BKM — Sepanjang semester pertama tahun 2024, untuk wilayah LPS III Makassar, membawahi Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua, tidak ada bank BPR dan BPRS yang dilikuidasi.
”Syukur Alhamdulillah, sepanjang tahun 2024 ini, tidak ada bank yang dilikuidasi di wilayah LPS III Makassar. Selain jumlahnya yang tidak sebanyak di wilayah lain, juga pengelolaan perbankan di wilayah ini cukup baik,” kata Kepala Kantor Perwakilan LPS III Makassar, Fuad Zaen, pada acara Temu Media di Makassar, Selasa (30/7).
Terkait adanya BPR dan BPRS di daerah lain yang dilikuidasi, kata Fuad Zaen, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bergerak cepat membayarkan klaim simpanan nasabah atas BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya.
Pembayaran klaim simpanan nasabah pada periode semester 1 tahun 2024 rerata hanya selama 5 hari kerja untuk pembayaran tahap pertama. Dan rerata selama 15 hari kerja untuk pembayaran tahap akhir.
”Lebih cepat dibandingkan target UU LPS yaitu 90 hari kerja. Percepatan pembayaran klaim merupakan salah satu upaya LPS dalam menjaga kepercayaan nasabah. Nasabah tidak perlu takut lagi menabung di bank, karena aman dijamin LPS,” tegas Fuad Zaen didampingi Plt. Kepala Divisi Edukasi, Humas, & Hublem, Dadi Hermawan dan Plt. Kepala Divisi Surveilans Asuransi I, Rengga Gemilang Putra.
Dikatakan, pada semester 1 2024, terdapat 12 BPR/BPRS yang ditangani LPS karena dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank yang dicabut izin usahanya tersebut tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali.
Selain itu, LPS juga telah membayarkan klaim simpanan nasabah sebesar Rp403 miliar pada periode semester 1 tahun 2024. Secara total dari tahun 2005 hingga Juni 2024, LPS telah membayarkan klaim penjaminan nasabah sebesar Rp2,49 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Fuad juga memastikan bahwa LPS menjamin semua bank yang beroperasi di Indonesia. Termasuk di Sulawesi Selatan.
Penyelamatan BIMJ
Belum lama ini, pada 29 Mei 2024, LPS berhasil menyehatkan kembali Bank Perekonomian Rakyat Indramayu Jabar (BIMJ), yang sebelumnya masuk dalam kategori Bank Dalam Resolusi (BDR).
Ini merupakan langkah terobosan dalam penanganan bank bermasalah, memungkinkan tindakan penyehatan oleh LPS dengan menawarkan kepada calon investor sebelum memutuskan opsi resolusi.
Hal ini merupakan inovasi baru untuk penanganan bank yang lebih efektif, sehingga memungkinkan LPS melakukan tindakan penyelamatan dengan melibatkan calon investor atau pihak lainnya sebelum LPS memutuskan opsi resolusi,” ujar Fuad Zaen.
Persiapan Program Penjaminan Polis Asuransi
Pada tahun 2024, LPS mulai menyusun peraturan pelaksanaan yang diamanatkan UU P2SK terkait Program Penjaminan Polis. ”LPS terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan stakeholder terkait dalam rangka penyusunan peraturan pelaksanaan yang diamanatkan UU P2SK,” ujar Kepala Divisi Surveilans Asuransi Rengga Gemilang Putra, pada acara Temu Media di Makassar, Selasa (30/7).
Selain itu, tambah Fuad Zaen, LPS juga telah resmi menjadi anggota penuh International Forum of Insurance Guarantee Scheme (IFIGS), sebuah organisasi internasional yang beranggotakan 25 penjamin asuransi dari 22 negara.
Dengan menjadi anggota IFIGS, LPS dapat lebih mudah untuk memperoleh informasi dan mendapat sharing pengalaman dari pelaksanaan penjaminan asuransi di negara-negara lain yang menjadi anggota IFIGS.
”Pencapaian LPS lainnya, yakni LPS mempertahankan Opini Wajar dalam Semua Hal yang Material (WTP) untuk Laporan Keuangan Tahun 2023. Sebanyak sepuluh kali berturut-turut sejak 2014. Laporan Keuangan LPS selalu memperoleh opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) sepuluh kali berturut-turut sejak 2014,” kata Fuad.
Fuad juga mengungkapkan kalau LPS mendapatkan kategori ‘Terjaga’ dengan skor di atas rerata nasional selama tiga tahun berturut-turut dari Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, LPS meraih predikat ‘Informatif’ dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023 dari Komisi Informasi Pusat (KIP).
”Penghargaan lain yang diraih LPS adalah HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2023 (Indonesia Region), atas komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan talenta terbaik,” ujar Fuad Zaen bersemangat. (mir)

