MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar akan memasang pembangkit listrik tenaga surya (solar panel) di 200 lebih sekolah tahun ini.Alokasi anggarannya akan dimasukkan ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024 ini. Rencananya, panel surya tersebut akan dipasang di sejumlah sekolah baik SD maupun SMP.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda mengatakan, anggaran yang dibutuhkan untuk satu unit panel surya sekitar Rp800 juta.
“Rencananya akan dipasang di 200 lebih sekolah. Saya tidak tahu pasnya,” ungkap lelaki yang akrab disapa Zul saat ditemui wartawan di kediaman pribadi Wali Kota Makassar, Jalan Amirullah, Senin (29/7).
Dia menerangkan, pos anggaran untuk pengadaan panel surya tersebut akan dimasukkan ke Dinas Pekerjaan Umum. Alasannya, panel surya punya tempat khusus yang secara teknis diketahui oleh Dinas PU.
“Dinas PU secara teknis tahu kelaikan pemasangan. Solar panel di sekolah. Karena tidak semua bangunan sekolah bisa, harus di cek dulu sekolahnya apakah representatif dipasangkan solar panel atau tidak, titik sudah ada, teman-teman sudah survei,” sambungnya.
Dinas PU akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait sekolah mana yang akan diprioritaskan.
Saat ini, penggunaan panel surya sudah diujicobakan di sekolah, yakni SMPN 6 Makassar.Pemasangan panel surya di sekolah tersebut dilakukan sejak beberapa bulan lalu.
Satu unit panel surya berdaya 5000 watt telah dipasang di salah satu sekolah unggulan tersebut.Panel surya tersebut sudah dimaksimalkan penggunaannya.
Sumber listrik dari pembangkit yang menggunakan energi matahari itu mampu mengoperasikan sejumlah peralatan elektronik di sekolah tersebut.
Sebelumnya Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar untuk mentraining 250 sekolah yang sudah dipilih untuk penerapan Solar Panel.
“Kebijakan saya untuk penghematan adalah khusus siang hari kita pakai energi matahari, kelebihan malam hari kita pakai untuk lampu jalan. Makanya sistem pemeliharaan, pengelolaan harus betul-betul menjadi keseharian kita yang baru,” ungkapnya.(rhm)
