Site icon Berita Kota Makassar

Prof Sukri: Perang Bintang Mantan Bupati dan Wabub

MAKALE, BKM–Suhu politik jelang kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) di Tana Toraja semakin meninggi lantaran bakal bertarung mantan bupati dan mantan wakil bupati serta wakil bupati berkuasa.
Dinamika politik itu terjadi tidak terlepas dari hasil Pileg 14 Februari lalu yang membuat 8 partai politik (Parpol) mampu meloloskan kadernya di parlemen.
Tiga Parpol tanpa koalisi bisa mengusung pasangan calon (Paslon) yakni Golkar dengan 7 kursi, Partai Gerindra dan Nasdem masing-masing mengontrol 6 kursi. Sementara Demokrat dan PDIP masing-masing punya 4 kursi, Gelora, Perindo, dan Hanura juga masing masing memiliki 1 kursi.

Mantan bupati Nicodemus Biringkanae akan berhadapan dengan mantan wakil bupati Viktor Datuan Batara yang juga ketua DPD II Partai Golkar, serta wakil bupati saat ini dr Zadrak Tombeg yang juga merupakan Ketua DPC Partai Gerindra. Zadrak yakin mampu memenangkan Pilbup Tana Toraja.
Satu lagi yakni John Rende Mangontan (JRM) yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Sulsel.

Nicodemus dan dr Zadrak Tombeg keduanya mantan birokrat, sedangkan VDB mantan Kapolres serta JRM Wirausaha.
Dr Zadrak sudah mengantongi rekomendasi Gerindra, Perindo dan Gelora. Sementara Nicodemus sudah menerima surat tugas dari Partai Nasdem. Adapun Viktor dan JRM hanya modal surat tugas dari DPP Golkar.
JRM optimis dapat meraih rekomendasi dari DPP Golkar yang diketuai Airlangga Hartarto.
Pengamat politik dari Unhas Prof Dr Phil Sukri Tamma menilai Pilbup Tana Toraja merupakan perang bintang sebab yang maju wakil bupati berkuasa, mantan bupati, dan mantan wakil bupati. Pasalnya kebiasaan di Tana Toraja mantan bupati dan wakil bupati memiliki basis sosial dan basis lainnya yang kuat sehingga menjadi modal maju di Pilbup.

Menurut Prof Sukri, dengan basis yang kuat akan terjadi persaingan yang ketat ditamba modal yang besar sehingga peran Parpol tentu akan melihat kepentingannya kedepan.
Sekarang ini sudah ada indikasi dukungan Parpol mengarah kepada kandidat siapa sekaligus modal bagi Bakal calon sembari menunggu keputusan akhir menunggu B1.KWK.
Prof Sukri menambahkan bila kondisi Pilbup Toraja sangat sengit yang dimulai dari perebutan dukungan Parpol. Dan jika tiga tokoh maju bisa dibayangkan bagaimana sengitnya kandidat yang memiliki basis dan pengaruh bersaing.
“Meski demikian dengan majunya tiga tokoh merupakan hal yang baik, sebab masyarakat punya pilihan siapa diantara tokoh dan nama besar putra terbaik jadi pilihannya,”pungkas Prof Sukri (gus/rif/c).

Exit mobile version