DENGAN menjadi kontestasn pilkada, masyarakat berharap agar pasangan calon (paslon) yang terpilih mampu menetapkan kebijakan yang adil bagi mereka yang dipimpinnya. Pemimpin adil mampu mengambil keputusan dan kebijakan berdasarkan porsi yang tepat, serta mampu menerapkan kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi semua kepentingan masyarakatnya. Pemimpin yang adil berfungsi menegakkan, meluruskan, dan memperbaiki segala kerusakan yang terjadi. Seorang pemimpin dan yang dipimpin harus bisa saling bersinergi dan berkolaborasi. Pemimpin dan masyarakat harus saling menyempurnakan atas nama bangsa Indonesia.
Pemimpin ideal adalah yang memiliki jiwa leadership kuat yang menjadi sebuah solusi bagi pembangunan daerah.
Masyarakat dalam kontestasi pilkada ini harus bersikap cerdas dalam memilih pemimpinnya. Jangan hanya terbuai dengan janji dan omongan manis calon pemimpin. Namun harus dilihat dari latar belakang dan pembawaan sosok calon. Pemimpin tingkat daerah dibutuhkan yang adil dan berkarakter kuat.
Tugas kepemimpinan memang tidak ringan. Namun memang harus diupayakan untuk terus melakukan transformasi perubahan dari waktu ke waktu. Jabatan kepala daerah dapat dipahami sebagai seorang yang berintegritas. Sebab integritas seorang pemimpin adalah sikap atau sifat serta nilai-nilai yang memang harus dimiliki oleh seorang pemimpin guna membangun kepercayaan antarpemangku kebijakan dan masyarakat sipil.
Pemimpin sekelas kepala daerah harus mampu menetapkan kebijakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan agar menimbulkan rasa keadilan bagi semua kalangan masyarakat. Kebijakan pemerintahan akan menentukan nasib masyarakat lima tahun ke depan. Oleh sebab itu masyarakat juga harus kritis dan selektif dalam memilih para kandidat.
Pemimpin harus bisa membimbing orang yang dipimpin menuju ke arah yang lebih baik. Meski terkadang ada rintangan dan orang yang membangkang, pemimpin yang baik selalu mendorong dirinya sendiri agar mampu mengatasi hal tersebut. Pemimpin yang adil akan memiliki sikap jujur dan rasa berkeadilan yang tinggi, sebab kejujuran adalah standar moral paling tinggi yang berlaku di seluruh dunia.
Hampir sebagian besar masalah dalam hubungan interpersonal bersumber pada ketidakadilan. Namun, pemimpin etis punya integritas tinggi, dapat dipercaya, dan menginspirasi pengikutnya untuk memberikan rasa keadilan itu sendiri. (yus)

