Site icon Berita Kota Makassar

ARA Bantah Mundur dari Kontestasi Pilwali

MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA) dikabarkan batal maju dalam pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar 27 November 2024.
Sebelumnya, ARA sempat menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi untuk bertarung, namun, keputusan terbaru dari internal Demokrat mengarahkan dukungan kepada anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham untuk menjadi calon wakil wali kota.

ARA dengan tegas membantah kabar tersebut, menyebutnya sebagai berita tidak benar. “Itu hoax besar,”ujarnya, Kamis (1/8).
Meski demikian, Demokrat belum memutuskan untuk mengusung Aliyah yang akan berpasangan dengan Ketua Golkar Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya akan dipasangkan dengan calon lain, ARA hanya memberikan jawaban singkat
“Ada, rahasia,”katanya.

Mengenai persiapannya menuju Pilwali, wakil ketua DPRD Makassar itu menjawab penuh keyakinan. “Sangat siap, luar dalam,” tegasnya.
Sebelumnya Rusdin Abdullah (Rudal), menyatakan mundur dari kontestasi Pilwali sejak Juni lalu.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS), buka suara mengenai penyebab mundurnya Rudal dari bursa calon wali kota.
RMS menyatakan bahwa dalam Pilwali, kandidat harus realistis melihat dinamika politik. Menurut RMS, diskusi dengan Rudal mencakup berbagai sisi, termasuk peluang untuk menang. “Kami berbicang, pak Rudal menyatakan untuk berpilkada itu kita harus realistis. Bukan cuma satu item yang membuat kita realistis, ada beberapa,” ujar RMS.
RMS mengakui sempat bertemu Rudal sebelum pengusaha itu menyatakan mundur . Dalam pertemuan itu, mereka berdiskusi dan mencapai kesepakatan. “Saya berkomunikasi dengan pak Rudal dan menerima setelah saya menjelaskan. Saya berdiskusi panjang sebelum keputusan ini diambil. Saya punya kesepakatan dengan pak Rudal,” ungkapnya.

RMS juga mengungkap bahwa Rudal sejak awal memang hanya ingin maju sebagai calon wali kota (01). Bahkan, RMS mengakui bahwa dirinya yang mengajak Rudal untuk maju di Pilwali. “Mana mau pak Rudal jadi 02. Kalau mau, dari zamannya Pak Aco saja. Kalau sekarang mau jadi 02 untuk apa,” tutur anggota DPR RI itu.
“Saya yang mengajak Pak Rudal. Ayo kita coba. Kalau ada yang bilang saya yang mengajak, ya memang saya yang mengajak dan saya bertanggung jawab,” jelasnya.
Mengenai wacana Rudal diminta pihak tertentu untuk menjadi calon wakil wali kota, RMS menyangkal jika permintaan itu berasal dari Nasdem Sulsel. “Ada informasi ada calon yang mau mengajukan, saya bilang, sebelum Pak Rudal jawab, pasti tidak mau. Saya yang jawab saya bilang,”jelas RMS.

Kini, Nasdem memutuskan kadernya, Rezki Mulfiati Lutfi (Kiki), untuk maju di Pilwali sebagai 02, berpasangan dengan Andi Seto Gadhista Asapa atau Seto.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif sebelumnya juga menjelaskan, alasan partainya mengusung Kiki berdasarkan penilaian dan pengamatan.
“Kami di Nasdem berpolitik dengan cara pandang yang tidak boleh terlalu merasa tinggi walaupun ketua DPRD di Makassar,” kata Syaharuddin Alrif yang juga menjabat Sekretaris Nasdem Sulsel ini.
“Akan tetapi, bagaimana Gerindra dengan Nasdem bertemu kepentingannya supaya tujuannya jika berhasil bisa saling menguatkan untuk melaksanakan amanat rakyat dan membangun kota Makassar,” sambung Syaharuddin.
Menurutnya, Nasdem mau 01 ataupun 02 di tidak jadi masalah. Meski rekomendasi Gerindra dan Nasdem belum diberikan untuk Seto – Kiki, namun pihaknya akan segera melaksanakan penyerahan rekomendasi B1.KWK setelah semua rampung dengan paket yang disepakati oleh partai pengusung. “Tunggu saja, ada waktunya penyerahan,” tukasnya. (jun/rif)

Exit mobile version