RANTEPAO, BKM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Toraja Utara telah menggelar diskusi demokrasi bersama awak media di Cafe Angkringan Lempuyangan, Rantepao, Kamis (1/8).
Kongkow KPU Torut dengan wartawan mengusung tema “Peran Media Mengawal Demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara”, dibuka ketua KPU Torut Jean Hery Pakan dengan menghadirkan dua nara sumber yakni Bonnie Freedom yang juga Kordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Ferivikasi Masyarakat dan Hubungan Lembaga (HP2H) Bawaslu Torut, serta Kasi Intel Kejaksaan Cabang Rantepao, Didit Kurniawan.
Tiga komisioner KPU turut hadir Ketua Divisi Hukum Randy Tambing, Ketua Divisi SDM dan Parmas Harsal Lahiya, dan Divisi Teknis, Semuel Rianto Tappi.
Jan Hary Pakan menjelaskan, proses pesta demokrasi memberikan kewenangan masyarakat untuk menyalurkan aspirasi memilih Gubernur bersama pasangan dan Bupati Torut dengan wakilnya Rabu (27/11), namun sebelumnya para calon mendaftar di KPU tanggal dari tanggal 27 hingga 29 Agustus.
Menurut Jan Hery Pakan, guna mewujudkan Pilkada damai dan sejuk, maka media berperan penting menyajikan berita dan informasi yang akurat dan terpercaya serta juga berdampak positif terhadap kinerja KPU.
“Media merupakan mitra kerja KPU dalam menyukseskan Pilkada telah dibuktikan melalui proses pemutakhiran data pemilih dan perekrutan Pantarlih yang menjadi perhatian semua kalangan, tidak lepas dari berita media yang lugas dengan menyajika berita yang akurat dengan data yang juga akurat,” ujar Jan Hary.
Sebelumnya Didit Kurniawan, yang juga anggota Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), menegaskan peran krusial media strategis menghindari kampanye hitam dan informasi bohong. Media hendaknya menyajika berita berimbang dan terhindar dari hoax.
Berita terpercaya selalu berimbang bukan didasari suka tidak suka terhadap para paslon.
“Kami mengingatkan ketentuan pidana menyebarkan informasi bohong (hoax) diatur dalam Undang-Undang Pers, demikian pula hak jawab pihak terkait,” pungkas Didit.
Komisioner Bawaslu Bonnie Freedom tidak menampik media memiliki fungsi penting memberikan pencerahan dan edukasi kepada masyarakat.
“Media menyoroti potensi ketidakadilan selama tahapan Pilkada dan pentingnya media mencegah praktik money politik dan menjaga netralitas ASN. Media hendaknya mendorong warga dan wajib pilih lainnya turut serta menciptakan pemilu transparan, adil, dan demokratis, serta menghasilkan pemimpin sesuai harapkan masyarakat,”imbuh Bonnie (gus/rif/c).
