PERHELATAN pesta demokrasi 2024 kembali akan digelar, setelah beberapa waktu lalu rakyat Indonesia telah memutuskan pilihannya pada sosok pemimpin yang menakhodai Indonesia lima tahun ke depan. Kini, lewat pemilihan kepala daerah (pilkada) setentak yang dilaksanakan 27 November, masyarakat akan kembali memilih sejumlah calon pemimpin yang akan menjadi orang nomor satu di daerahnya masing-masing.
Ini menjadi hal yang sangat dinantikan. Sebab pilkada kali ini semakin menarik karena bertambahnya peserta pemilu dari kelompok usia pemilih muda, yaitu generasi Z dan milenial.
Generasi Z dan milenial dikenal sebagai kaum muda dan intelektual.
Namun, saya melihat dari hasil pemilu kemarin, banyak juga dari gen Z dan milenial yang menganggap bahwa pesta demokrasi hanya bertujuan untuk kepentingan beberapa golongan hingga cenderung apatis terhadap politik.
Tentu ini bisa melemahkan demokrasi dan merugikan negara. Sebab satu suara sangat berarti. Selain itu, warga negara memang diwajibkan untuk menyalurkan hak pilihnya di setiap pemilihan yang dilaksanakan.
Adapun kewajiban terkait partisipasi dalam pemilu juga diatur dalam perundang-undangan di Indonesia. Undang-Undang Nmor 42 tahun 2008 mewajibkan seluruh warga negara yang telah berusia 17 tahun dan/atau sudah pernah kawin untuk mendaftar sebagai peserta pemilu, agar setiap dapat menggunakan hak suaranya.
Selain itu, setiap peserta pemilu memiliki kewajiban untuk mengikuti pemilu dalam keadaan sadar dan berasaskan luber dan jurdil, memenuhi persyaratan administratif, serta menjaga ketertiban dan integritas selama pemilu berlangsung.
Untuk itu gen Z sebagai generasi penerus bangsa perlu mengetahui dan memahami hal tersebut dalam menghadapi dinamika bernegara.
Pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam pemilu akan membantu mengarahkan generasi Z dalam menjalankan perannya sebagai warga negara Indonesia yang demokratis.
Sebab jika masyakarat, khususnya gen Z dan milenial memilih untuk golput, tentu itu berdampak besar terhadap keberlangsungan pemerintahan dan demokrasi.
Karena dari segi jalannya pemerintahan dapat terganggu program pemerintahan karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin terpilih, yang mengakibatkan ketidakoptimalan program kerja yang dijalankan.
Untuk itu saya berharap kepada masyarakat Indonesia, khususnya gen Z dan milenial untuk ikut andil dalam pilkada 2024 yang akan datang. Karena kemajuan suatu daerah itu bergantung kepada siapa yang memimpin. Oleh karena itu mari kita bijak dalam memilih calon pemimpin dan pastikan untuk tidak golput. (jar)

