Site icon Berita Kota Makassar

Wali Kota Soroti Soal Kontrasepsi Bagi Pelajar

MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyoroti soal penyediaan alat kontrasepsi bagi remaja atau pelajar seperti yang tertuang pada Pasal 103 di PP 28 Tahun 2024, khususnya upaya kesehatan sistem reproduksi anak sekolah yang gampang disalahartikan.

Dalam pasal 103 ayat 4, pelayanan kontrasepsi dengan detail deteksi dini penyakit atau skrining, pengobatan, rehabilitasi, konseling, dan penyediaan alat kontrasepsi.
Danny Pomanto mengatakan kalimat penyediaan alat kontrasepsi cukup ekstrem. Pasalnya, selama ini yang ada dalam pikiran, alat kontrasepsi itu hanya pada orang-orang yang sudah dewasa dan sudah menikah.

“Sehingga saya kita semua statemen yang berkaitan dengan konstrasepsi harus berhati-hati. Sayalah orang yang agak ekstrem soal ini. Saya mau melindungi anak saya. Karena tentang kontrasepsi itu kan hanya pada orang-orang yang sudah menikah,” kata Danny.
Dia khawatir jika kata kontrasepsi dikaitkan dengan persoalan reproduksi, harusnya lebih fokus pada pendidikan seks bagi pelajar. Karena anak-anak memang harus diberikan pendidikan seks.

Karena kalau statemennya terkait penyediaan alaf kontrasepsi, asumsi orang-orang akan berbeda-beda. Bahkan yang cukup radikal, bisa saja ada yang beranggapan aturan itu bisa membuka peluang untuk melakukan seks bebas.
Danny mengatakan, pelajar masih banyak yang polos dan tidak memiliki pengetahuan berarti soal seks. Hal itu bisa membahayakan mereka sehingga butuh tameng berupa pendidikan untuk membuka cakrawala berpikir soal seks.

“Karena tanpa pengetahuan, akan membahayakan mereka. Peserta didik kan polos-polos. Kalau mereka punya pendidikan seks yang memadai, mereka tidak gampang terjebak,” tambahnya.
Dibanding menyediakan alat kontrasepsi bagi pelajar, lebih baik aturannya dibuat seperti pembatasan pembelian rokok. Dimana masyarakat tidak bisa lagi membeli rokok secara eceran.

“Memang harus ada hal-hal yang kita proteksi pada generasi muda. Kita kan sudah sepakat rokok. Rokok sekarang dibatasi. Kenapa masalah kontrasepsi ini tidak sama seperti rokok. Apalagi kontrasepsi ini berhubungan sama umur,” kata Danny.
Dia menegaskan, jika aturan itu dinilai bisa bias dan berdampak pada anak-anak, secara dikatakan tidak setuju.
“Jadi saya kontra. Saya tetap harus melindungi anak-anak saya. Kecuali kalau sudah ada aturan tertulis apa boleh buat. Tapi kalau belum ada aturan, saya kontra yang begitu. Sama pelegalan seksual. Pasti saya tegas soal itu,” tandas Danny. (rhm)

Exit mobile version