Site icon Berita Kota Makassar

Pemkot Dapat Kuota 184 CPNS

MAKASSAR, BKM — Pemerintah mengumumkan rencana penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) tahun ini. Kuota CASN sudah dibagi ke seluruh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Termasuk Kota Makassar.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Akhmad Namsum, mengemukakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah menjadwalkan perekrutan atau seleksi CASN dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023.

Perekrutan yang dimaksud adalah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Akhmad Namsum melanjutkan, khusus untuk CPNS, pihaknya sudah menerima formasi untuk Pemkot Makassar awal pekan lalu. Sementara untuk formasi PPPK, sejauh ini belum ada.
“Jadi, untuk formasi CASN kategori PNS sudah kami terima. Namun untuk PPPK, seluruh daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota belum ada. Kita tunggu dari Kemenpan,” ujarnya di Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (7/8).
Dia melanjutkan, untuk CPNS, pemerintah pusat memberikan 184 kuota. Kuota tersebut dibagi menjadi dua formasi yakni tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Khusus untuk tenaga kesehatan, kuota yang disiapkan sebanyak 60, sementara sisanya, yakni 124 kuota, akan dialokasikan untuk tenaga teknis di berbagai jurusan sesuai dengan kebutuhan Pemkot Makassar.
Namun, kata Akhmad Namsum, melihat kebutuhan akan tenaga (Informasi Teknologi) IT yang cukup tinggi, maka kemungkinan besar alokasi kuota tenaga teknis akan lebih banyak diisi oleh formasi tersebut.
“Jadi kuota untuk tenaga teknis sebanyak 124. Mengingat tenaga IT sangat dibutuhkan di era sekarang, maka kuota tenaga teknis lebih banyak dialokasikan untuk IT,” jelas Akhmad Namsum.
Dalam rekrutmen CPNS, pemerintah tidak memberikan kuota untuk tenaga guru. Akhmad Namsum mengatakan, guru akan dimasukkan dalam formasi PPPK.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman atau informasi dari pusat terkait jadwal pelaksanaan seleksi. Namun, besar kemungkinan pelaksanaan rekrutmen CASN maupun PPPK akan dilakukan bersamaan.
Diapun berharap jadwal seleksi segera disampaikan oleh pemerintah pusat agar pemerintah daerah segera mempersiapkan semua tahapan seleksi yang akan dilaksanakan. “Semoga dalam waktu tidak lama lagi pengumuman terkait jadwal perekrutan sudah keluar,” tambahnya.

Khusus untuk PPPK, perekrutannya akan dilakukan sedikit berbeda dengan CPNS. Pihaknya akan memprioritaskan tenaga K2 dan yang masuk dalam database BKN, dan yang sudah mengabdi di pemerintah daerah minimal dua tahun.
“Jadi yang bisa daftar PPPK adalah K2 dan masuk pendataan database BKN. Kemungkinan besar yang jadi prioritas adalah K2 dan yang punya pengabdian minimal dua tahun di pemerintah daerah,” tuturnya.
Selain itu, ada persyaratan khusus lagi yang diterapkan Pemkot Makassar. Mereka yang akan diterima PPPK harus punya track record yang baik. Diantaranya memiliki kinerja yang baik, loyal, dan sejumlah penilaian positif lainnya.

“Kita tentu akan sangat selektif dalam merekrut tenaga PPPK. Harus loyal, berkinerja baik, tidak bermasalah. Intinya akan kita saring secara cermat dan profesional sesuai arahan dan petunjuk pimpinan dengan mengedepankan regulasi yang ada,” tandas Akhmad Namsum.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto sudah menginstruksikan agar dalam penerimaan PPPK nantinya, memprioritaskan tenaga Laskar Pelangi. Khusus perekrutan tenaga PPPK dari Laskar Pelangi, seperti yang disampaikan beberapa kali, dia mau yang terpilih betul-betul memiliki integritas dan kinerja yang baik.
“Pokoknya perjuangkan Laskar Pelangi yang punya integritas dan kinerja yang baik. Perjuangkan itu jadi ASN. Perhatikan baik-baik itu,” tegas Danny.
Dia juga menekankan ke BKPSDM untuk melaksanakan seleksi CASN secara profesional dan transparan. (rhm)

Exit mobile version