MAKASSAR, BKM — Tujuh jabatan yang lowong bakal diisi dalam waktu dekat.Namun Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto masih menunggu izin dari Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan proses pelantikan pejabat.
Ditemui Rabu (8/8) malam, dia mengaku harus bersikap hati-hati dalam melakukan agenda pelantikan.
Pasalnya, di tahun politik seperti saat ini, semua kebijakan yang dikeluarkan kerap dihubungkan dengan persoalan politik.
“Yah di satu sisi kita harus mengisi posisi yang lowong. Namun harus tetap berhati-hati karena sekarang kan musim politik. Semua yang kita lakukan kerap dikaitkan dengan politik,” ungkap Danny.
Kendati orang nomor satu Makassar itu tidak ingin secara gamblang menyebut nama-nama pejabat yang akan mengisi jabatan lowong, namun dia memastikan nama Sekretaris Satpol PP Ikhsan NS dicoret dari daftar calon pejabat eselon II.
Ikhsan sebelumnya menjabat sebagai Plt Kasatpol PP. Dia juga ikut dalam proses seleksi atau lelang jabatan. Namanya masuk dalam daftar tiga besar pejabat dengan skor tertinggi untuk jabatan Kasatpol PP.
Ikhsan lolos tiga besar untuk jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja bersama dua kandidat lainnya, Aswin Kartapati Harun dan Arfan Seru Jusuf.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto menilai bahwa kinerja Ikhsan NS selama menjabat Plt Kepala Satpol PP tak maksimal.
Dia akan berpikir panjang untuk memberi kepercayaan kepada Ikhsan memimpin kembali Satpol PP Makassar.
“Saya kan pilih sesuai kinerja, tapi kalau tidak pas saya yakini kinerjanya (akan susah),” ucap Danny Pomanto.
Danny menilai sudah banyak laporan kinerja buruk yang diterima soal kepemimpinan Ikhsan.
Salah satunya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum Satpol PP kepada pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Pantai Losari.
“Tidak tertib, Kadang-kadang Satpol tidak maksimal. Satpol itu harusnya patroli, melihat pelanggaran perda, tidak perlu disuruh. Ini pungli di mana-mana, kaki lima dinegosiasi, ini kan bikin perkara, bukan menyelesaikan masalah,” tegas Danny.
Catatan buruk tersebut membuat Danny Pomanto mencopot Ikhsan sebagai Plt Kasatpol PP.
“Banyak (laporannya) kinerjanya jelek sekali, laporan terlalu banyak. Saya sudah kasi tahu dia (Ikhsan),” ujar Danny.
Ada tujuh jabatan yang dilelang saat itu, antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pemuda dan Olahraga.
Selanjutnya Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Sosial. (rhm)
