MAKASSAR, BKM–Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar merayakan HUT ke-100, Kamis (8/8).Di usianya yang mencapai satu abad, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berharap PDAM harus pandai membaca zaman.
Mulai dari peningkatan profesionalisme kerja, berinovasi, dan berusaha memenuhi kebutuhan dan mengatasi persoalan pelanggan.
“Harus ada inovasi. Apalagi ditengah perkembangan teknologi yang pesat, banyak hal yang bisa dilakukan untuk memajukan perusahaan ke depan,” ungkap Danny saat diwawancara di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/8) malam.
Orang nomor satu itu mengatakan PDAM harus memacu peningkatan cakupan jangkauan air kepada pelanggan. Begitu juga dengan kualitas air di harapkan bisa ditingkatkan.
“Pelayanan air yang baik adalah coverage atau cakupan lebih luas, kualitas air lebih baik dengan deferensiasi pelayanan air, bisa diminum langsung bisa tidak diminum, efektivitas jaringan tentang kebocoran air, banyak hal termasuk pengamanan sumber air,” sebutnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Makassar Beni Iskandar mengemukakan, banyak perubahan yang telah dilakukan bersama direksi lainnya sejak diberi amanah memimpin PDAM pada 2022 lalu.
Misalnya terkait kepuasan pelanggan yang meningkat diangka 93 persen.
Dari sisi keuangan juga dinilai sangat baik menurut BPKP, target dua tahun berturut-turut telah dicapai PDAM.
Pada tahun 2022 pendapatan PDAM diangka Rp27 miliar dengan setoran deviden Rp9,5 miliar.
Meski sempat mengalami penurunan pendapatan di 2023 akibat elnino, PDAM tetap menyetor deviden sebanyak Rp7 miliar lebih.
“Kita mendapatkan keuntungan di Rp14 miliar 2023, menurun jauh karena ada elnino dan kita setor kurang lebih Rp7 M (ke Pemkot),” tuturnya.
Diusia PDAM yang ke 100 tahun ini, Beni berkomitmen untuk fokus pada target yang diberikan oleh wali kota.
Ialah meningkatkan cakupan pelanggan hingga 85 persen. Sekarang ini coverage pelanggan PDAM diangka 63 persen atau 180 ribu pelanggan aktif dan 20 ribu tidak aktif.
“Dan kita harap diusia 100 tahun ini kebaikan-kebaikan atau perubahan yang kita lakukan sebelumnya bisa lebih baik lagi. Banyak program pembaruan yang akan kita inisiasi,” ujarnya.
Terkait ketersediaan air, PDAM melakukan beberapa mitigasi dengan membangun intake atau penangkap air dari sumber air baku tepatnya di Moncongloe.
Intake ini menjadi cadangan air baku dan akan mengantisipasi ketika air baku dari Bendung Lekopancing, Maros berkurang.
Kemudian tahun 2025 mendatang, PDAM akan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di wilayah timur kota dengan kapasitas 500 liter per second (lps).
“Ini kerjasama dengan swasta yang tujuannya potensi pelanggan yang jumlahnya 40 ribu di timur kota bisa kta layani di 2025,” paparnya.
“Ketika sudaah terbangun di timur kota, spam yang tadinya mengaliri timur kota diprioritaskan ke utara kota termasuk ke pelabuhan,” tutupnya. (rhm)
