MAKALE, BKM — Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung bersama Sekkab Rudhy Andi Lolo, Ketua TP PKK Yariana Somalinggi, dan Wakil Ketua TP PKK Enri Yetti Riman menghadiri Healthy Cities Summit (HCS) ke-VI/2024 di Sukabumi Jawa Barat (28-31/7) lalu.
Forum Nasional Kabupaten Kota Sehat (Fornas KKS) selama tiga hari itu menjadi inspirasi ratusan kabupaten/kota menyusun program dan kebijakan meningkatkan derajat kesehatan di daerahnya masing-masing.
Wakil Ketua TP PKK Tana Toraja Erni Yetti Riman, Kamis (8/8) membenarkan bupati Tana Toraja bersama rombongan turut serta di Fornas KKS tersebut. Erni membeberkan rumusan dan rekomendasi yang dihasilkan di Fornas KKS menjadi rujukan strategis pembangunan untuk mewujudkan Tana Toraja sebagai kabupaten sehat.
”Indikatornya selain permukiman sarana dan prasarana sehat, juga sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi sehat, pertambangan sehat, hutan sehat, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, dan ketahanan pangan dan gizi,”jelasnya.
Ke depan KKS jelas dia menjadi indikator dokumen Rencana Pembangunan Jangka Pendek dan Menengah dan Rencana Pembangunan Daerah (RKP) baik di Pusat maupun daerah.
”Rekomendasi KKS juga sebagai media pertumbuhan derajat kesehatan daerah. Maka Fornas KKS bertaraf nasional yang membahas tentang kesehatan ini harus berlanjut dan tidak berhenti, ”ujar Erni.
Konsep kabupaten sehat jelas dia tidak hanya fokus pembangunan infrastruktur melainkan juga memperhatikan aspek sosial, budaya, ekonomi, lingkungan hidup, serta tanggap bencana. Penurunan angka stunting, kematian ibu dan anak, peningkatan kelayakan hidup masyarakat, serta ketahanan pangan dan gizi juga jadi perhatian.
Untuk diketahui frevalensi stunting Tana Toraja tahun 2024 turun drastis tinggal 10, 3 persen (gus/C)

