SIDRAP, BKM -– Aparat kepolisian dari Polres Sidrap berhasil meredam potensi konflik antara dua kubu yang bersengketa mengenai lahan bekas Pabrik Beras PB Arfan di Watang Pulu Sidrap yang sempat terjadi gejolak pada, Selasa (6/8).
Gejolak terjadi setelah adanya eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Sidrap pada (4/7) lalu. Kasus sengketa lahan ini melibatkan H Suparmin, pemenang lelang dari Badan Lelang Negara yang juga memenangkan perkara perdata di PN Sidrap, sampai tingkat kasasi di MA dan H Pahruddin, pihak yang menolak peralihan hak atas lahan tersebut.
Ketidakpuasan anak dan istri H Pahruddin memicu ketegangan yang mengancam ketertiban dan keamanan setempat karena empat orang anaknya dan istri H Pahrudin memasuki objek yang sudah dimenangkan oleh H Suparmin dengan merusak gembok dan patok. Akibatnya memicu kemarahan dari pihak H Paharuddin langsung mendatangi lokasi pabrik.
Polsek Watang Pulu dipimpin Kapolsek Iptu B Tangko dibackup personel Polres Sidrap mengamankan kedua belah pihak di lokasi untuk mencegah pertikaian. “Petugas turun tangan untuk melindungi semua pihak dan mencegah situasi yang bisa menimbulkan korban,” ujar Kasi Humas AKP Suwandi saat dihubungi BKM, Kamis (8/8).
Selama proses negosiasi, Musdalifah menunjukkan prilaku histeris dengan ancaman bunuh diri sambil memegang pisau. Upaya dilakukan untuk membujuk Musdalifah agar meninggalkan lokasi pabrik demi keselamatan dirinya dan keluarganya. “Musdalifah bersikeras untuk tetap berada di lokasi dan bahkan mengancam akan melakukan bunuh diri daripada harus meninggalkan tempat tersebut,” tambah Suwandi
Petugas kepolisian memastikan kedua belah pihak berada dalam kondisi aman. Upaya untuk membujuk Musdalifah dan pihak lainnya terus dilakukan agar tidak terjadi bentrokan yang dapat merugikan semua pihak apalagi menjelang malam dilokasi tidak ada penerangan lampu yang memadai
Kapolres Sidrap AKBP Fantry menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya. “Kami terus memantau situasi dan mengambil langkah yang diperlukan guan memastikan tidak ada pihak yang jadi korban walaupun ada anggota kami yang terluka terkena pisau pada saat pengamanan,” ujar Kapolres.
Situasi saat ini sudah mulai kondusif berkat langkah cepat dan koordinasi kepolisian kepada kedua belah pihak. Polisi terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. (ady/C)
