Site icon Berita Kota Makassar

Habis Gelap, Gelap Terus

WARGA Gellenge Dusun Mattirobulu Desa Bulue Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng masih harus mengurut dada. Musababnya hingga sejauh ini PT PLN Soppeng belum mengajukan permohonan izin kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilyah III terkait dengan adanya jaringan kabel PLN yang melalui kawasan tersebut.

Kepala Seksi BKSDA wilayah III Soppeng Beny Daly dihubungi terpisah melalui aplikasi WhatsAp mengakui sampai saat ini pihaknya belum menerima pengajuan draft izin dari PT PLN ke kantornya.

Sementara Pejabat PT PLN Bidang AP2K Makassar Warmin menjelaskan menengani kelistrikan Desa Bulue pihaknya sejak tiga tahun lalu mengajukan draf izinnya kepada BKSDA Wilayah III. Hanya saja dfraf izin tersebut masih butuh peroses karena harus berurusan dengan pihak kementerian dan bukan hanya satu instansi saja.
”Jadi sampai sekarang izi itu belum kami pegang,” tandas Warmin.

Kepala Desa Bulue Abdul Majid membenarkan bahwa jika tiga tahun lalu jaringan listrik ke dua kampung yakni Datae dan Gellenge sebenarnya sudah bisa masuk tapi pihak BKSDA yang melarang dengan alasan tidak memiliki izin. Akhirnya proyek tersebut dipindahkan ke wilayah lain.

”Saya tindak lanjuti ke PLN dan melapor ke pak bupati saat itu tapi harus pihak PLN yang mengajukan draf izin. Jadi kami menyerahkan ke pihak PLN,” jelas Abdul Majid.
Abd Majdi mengaku dirinya pernah bertemu pihak BKSDA dalam hal ini Kepala Seksi Wilayah III Soppeng Beny Daly. ”Dia bilang izin jaringan listrik ke Gellenge sudah ada,” jelas Majid.
Padahal kata dia peran PLN yang komprehensif ini sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di desa. Dengan menyediakan listrik yang terjangkau, PLN membantu meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Meski begitu masih banyak warga yang belum menikmati yang namanya jaringan PLN kalau ibarat Pepatah mengatakan Habis gelap terbitlah terang tapi itu tidak berlaku bagi warga Masyarakat Gellenge Dusun Mattirobulu Desa Bulue Kecamatan Marioriawa, disana itu” habis gelap terus gelap”. Dimana masyarakat disana sangat membutuhkan penerangan listrik yang sudah puluhan tahun mereka nantikan.

Salah satu warga Gellenge Ennang (40) Selasa (13/8) kepada BKM mengatakan, tiga tahun lalu pernah ada jaringan listrik masuk ke kampungnya bahkan kabel dan tiang sudah sampai di perkampungan. Tapi tiba-tiba tiang dan kabelnya diangkut kembali dan dipindahkan ke wilayah lain di Desa Bulue.
“Saya dengar tidak ada izin dari BKSDA karena sebagian wilayah menuju kampung kami masuk dalam kawasan BKSD. Karena tidak ada izin BKSDA terpaksa dipindahkan ke wilayah lain,”tukas Ennang dengan nada sedih. (ono)

Exit mobile version