MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti persoalan lahan makam di Kota Makassar yang mengalami krisis lahan permakaman sehingga perlu tambahan lahan makam baru.
Hal ini disampaikan anggota DPRD Makassar, H Yunus HJ.Ia mengatakan penambahan lahan pemakaman di tahun 2025 perlu dilakukan mengingat Pemerintah Makassar hingga saat ini masih memiliki ribuan aset tanah di sejumlah titik.
“Ini juga yang menjadi persoalan karena tiap tahun tidak difokuskan, padahal lahan ini semakin hari semakin tidak ada. Padahal kita punya banyak aset yang terbengkalai, aset kita juga banyak diklaim, persoalan tanah makam ini jangan sampai menjadi perdebatan warga. Ini yang harus menjadi catatan pemerintah,” ungkapnya di DPRD Makassar, Senin (19/8).
Lanjut Legislator Fraksi Hanura Makassar ini bahwa pemerintah harus sigap terhadap persoalan tersebut. Sebab, ia tidak ingin laporan persoalan ini, jangan lagi ada perdebatan antara warga dengan pihak berduka.
“Karena ini sangat ironis kalau ada yang berfuka tapi kebingungan mau makamkan di mana sementara lahan kita sudah tidak mencukup lagi, belum lagi kalau bayar mahal,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar, Muchlis Misbah juga menegaskan bahwa Pemerintah kota Makassar perlu melakukan perencanaan penambahan lahan makam di Kota Makassar.
Sebab, kata legislator Partai Hanura Makassar ini, tempat pemakaman umum (TPU) yang ada sudah mencapai kapasitas maksimum untuk menampung jenazah. Pemerintah Kota perlu untuk segera melakukan perencanaan pemulihan lahan pemakaman.
“DPRD minta ke pemerintah kota untuk segera melakukan perencanaan pemulihan lahan. Karena, mengingat pekuburan Sudiang sudah tidak memungkinkan untuk ditempatkan beberapa tahun ke depan,” jelasnya.
Apalagi, ia melihat penduduk Makassar tiap tahunnya selalu bertambah dengan masuknya pendatang serta angka kelahiran bayi. Selain itu, angka kematian di Kota Makassar juga dinilai cukup tinggi.
Kota Makassar saat ini memiliki enam lokasi tempat pemakaman umum yaitu di Sudiang, Beroanging, Kampung Dadi, Panaikang (dua lokasi), dan Antang. Namun, beberapa di antaranya sudah hampir mencapai kapasitas maksimum.
Untuk di TPU Beroanging Pannampu, Lorong 1, Kecamatan Tallo, juga telah mencapai kapasitas maksimal untuk menerima penguburan jenazah baru.
“Jadi kami minta kepada pemerintah kota dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan perencanaan pemulihan lahan pekuburan,” ucapnya.
Terlebih lagi, Pemerintah Kota Makassar telah berencana mengadakan tambahan lahan pemakaman baru pada tahun 2025 mendatang. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, pihaknya telah menyiapkan dokumen perencanaan untuk penambahan lahan.
“Yah semoga saja kita doakan dokumen ini diharapkan dapat diajukan untuk pengadaan pada tahun 2025. Karena prosesnya juga tidak bisa dilakukan dalam waktu tiga-empat bulan, makanya diusulkan pengadaan di tahun 2025,”tuturnya. (ita)
