MAKASSAR, BKM–Salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam Makassar Islamic Fair (MIF) adalah Job Fair.
Bursa yang dibuka untuk para pencari kerja tersebut digelar selama dua hari, 21-22 Agustus 2024 di Wisma Negara, Kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar.
Kegiatan itu dibuka Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Makassar, Burhanuddin dan dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Makassar, Nielma Palamba.
Sebanyak 35 perusahaan ikut ambil bagian dalam Job Fair ini dengan total lowong kerja yang dibuka sebanyak 950.
Wakil Rektor 1 Unismuh Makassar, Burhanuddin mengatakan pelaksanaan Job Fair sangat membantu para pencari kerja, khususnya para lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi.
Dia berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara reguler setiap tahunnya dengan menghadirkan lebih banyak perusahaan yang sementara mencari tenaga kerja.
Dia juga berterima kasih atas perhatian dan keterlibatan pemerintah dalam mendorong terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kami berharap ke depan bursa kerja atau job fair dilaksanakan lebih baik dan meriah lagi. Ini sangat bermanfaat untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Makassar Nielma Palamba mengatakan Makassar sebagai ibukota Provinsi Sulsel terus berkembang dalam berbagai sektor. Khususnya di bidang jasa, konstruksi, perdagangan, hingga pendidikan. Karenanya, kebutuhan akan tenaga kerja di sektor-sektor tersebut cukup tinggi.
Kehadiran job fair seperti yang digelar oleh pelaksana MIF merupakan langkah strategis mempertemukan antara para pencari kerja dan perusahaan.
“Jadi Job Fair ini semacam pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli,” kata Nielma.
Dia melanjutkan, saat ini tingkat pengangguran di Makassar masih cukup tinggi dan didominasi oleh lulusan SMK dan SMA.
Karena itu dia berharap lowongan untuk para pencari kerja terbuka lebar untuk mereka. Dengan catatan, para pencari kerja tidak hanya mengandalkan ijazahnya saja namun juga mengasah soft skill agar bisa menjadi nilai tambah. (rhm)
