MAKASSAR, BKM — Kondisi jalan rusak Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai 495.93 Kilometer (Km). Itu termasuk rusak berat dan rusak ringan dengan rincian rusak ringan 176,6 Km, rusak berat 319,33 Km.
Sementara yang ditangani Pemprov Sulsel hanya 8 Km.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Astina Abbas. Dia bilang, minimnya pengerjaan atau perbaikan jalan ini disebabkan karena kurangnya anggaran di Dinas BMBK Sulsel.
“Karena 2024 kan penanganannya cuma tidak lebih dari 8 km. Kurang lebih 8 Km saja yang kita tangani. Jadi otomatis sementara masih banyak jalan rusak,” kata Astina, Rabu (21/8).
Biasanya ketika tak ada penanganan jalan, akan ditutupi oleh pemeliharaan jalan. Namun kata Astina, pemeliharaan 2024 ini juga tak banyak.
“Pemeliharaan rutin juga kan dananya tahun 2024 juga kecil. Jadi untuk menjaga kemantapan jalan yang kondisi sedang saja itu teman-teman kesulitan, karena sesungguhnya itu kalau pemeliharaan rutin jalan itu tidak bisa menangani yang rusak berat, yang dimaksimalkan itu yang kondisi sedang. Yang rusak ringan pun teman-teman itu nda cocok lagi untuk pemeliharaan rutin yang sekarang,” jelasnya.
“Tahun 2024 ini mohon maaf, tidak maksimal dilakukan pemeliharaan karena dananya juga pemeliharaan sedikit dan untuk penanganan preservasi juga dananya sedikit,” lanjut Astina.
Ia mengaku, kurangnya anggaran membuat pengerjaan atau penanganan jalan tak banyak. Apalagi kata Astina, adanya refocusing atau pemotongan anggaran.
Ada tiga paket (yang tak dikerja akibat refocusing,red), Solo-Peneki-Kulampu (Wajo), Palampang-Munte-Bontolempangan (Sinjai) dan ada satu jembatan,” tutup Astina. (jun)
