Site icon Berita Kota Makassar

Eks Relawan NA Dukung DIA

MAKASSAR, BKM – Dukungan kepada bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad terus mengalir dari berbagai kalangan. Terbaru datang dari eks relawan mantan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA).
Pada Kamis (5/9) malam, eks relawan NA dari beberapa kabupaten, seperti Luwu Raya, Toraja serta Toraja Utara datang menemui Danny Pomanto di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah. Saat dikonfirmasi, Jumat (6/9), Danny mengaku sangat terharu dengan dukungan moril yang diberikan masyarakat Sulsel dari berbagai daerah. “Mereka dengan sukarela untuk berjuang sama-sama begitu,” jelas Danny via telepon.

Dari hasil bincang-bincang dengan Danny, para relawan NA itu berkomitmen bahwa Wali Kota Makassar itu harus menang. “Dari hasil bincang-bincang, mereka mengaku selama tiga tahun ini tidak ada perubahan apa-apa. Begitu disampaikan. Bukan saya yang bicara seperti itu yah,” ungkap Danny.
Lelaki berlatar belakang arsitek ini mengaku setiap hari menerima masyarakat yang ingin bergabung secara sukarela untuk memenangkan pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA). “Saya terharu karena mereka datang secara sukarela. Mereka datang sendiri,” tutur Danny.

Salah satu relawan Prof Nurdin Abdullah yang menyatakan dukungan ke DIA adalah Herman Baso’ Tiranda. Dia adalah cucu pahlawan nasional dari Toraja, Pong Tiku.
Secara khusus, Herman mengundang pada eks relawan NA ke rumahnya di Toraja untuk berkonsolidasi memenangkan DIA pada Rabu (4/9) lalu. “Saya sebagai cucu dari Pong Tiku dengan saudara-saudara saya semua siap mendukung Bapak Danny Pomanto dan wakilnya Azhar Arsyad. Seluruh keluarga besar Pong Tiku akan mendukung Bapak,” tegas Herman.
Banyak asa yang diharapkan masyarakat Sulsel kepada pasangan DIA. Danny-Azhar pun menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki dan menyejahterakan masyarakat Sulsel. Termasuk memperjuangkan nasib petani di daerah ini.

“Masalah utama petani kita bukan di pupuk atau benih, tetapi pada harga jual hasil panen mereka. Biar pun kita fasilitasi pupuk atau bibit, dibantu mekanisasi dan sebagainya, tapi kalau saat panen harga anjlok, sama saja,” terang Danny.
Sebagai daerah dengan mayoritas warga bekerja sebagai petani, Danny akan mengoptimalkan pembangunan Sulsel di sektor pertanian dan memastikan harga jual hasil tani terjamin. “Konsep besarnya, pemerintah yang harus bertindak sebagai pembeli hasil produksi pertanian warga dengan harga yang sudah ditetapkan. Jadi petani bisa lebih lega, tidak was-was lagi jatuh harga saat panen,” ungkapnya.
Dari sisi ini saja, kata Danny, pertumbuhan ekonomi bisa secara nyata dirasakan oleh rakyat. “Kalau sektor ril seperti pertanian dalam konsep yang luas ini bisa digenjot dengan pendekatan yang lebih baik, saya yakin ekonomi Sulsel bisa meningkat beberapa kali lipat,” terangnya.

Terpisah, juru bicara Danny-Azhar, Asri Tadda mengatakan bahwa sudah jadi komitmen pasangan berakronim DIA ini untuk membawa perubahan dan perbaikan di Sulsel. “Ini jelas. Bahwa Sulsel harus dibawa menjadi lebih baik lagi melalui pendekatan pembangunan yang lebih komprehensif. Pasangan Danny-Azhar punya visi, misi dan program yang jelas dan bisa diuji untuk mewujudkan itu semua,” ujar Asri, Jumat (6/9).

Salah satunya, kata Asri, adalah membawa Sulsel menjadi lumbung ikan dan pusat pangan dunia. “Potensi Sulsel begitu luar biasa. Ada kawasan pesisir barat, selatan, timur dan sabuk kepulauan yang kaya dengan potensi maritim. Ada pula daerah subur dataran Walanae dan wilayah sabuk pegunungan,” bebernya.
Asri menjelaskan, koridor subur Walanae yang terbentang dari Pinrang, Sidrap, Soppeng, Wajo, Bone hingga Sinjai, akan direvitalisasi bersama kawasan pesisir sebagai pusat produksi pangan yang unggul dan mandiri.

“Tentunya melalui penataan wilayah komoditi unggul dan pembangunan ekosistem pangan hulu – hilir dengan pemanfaatan teknologi modern, serta penyiapan SDM khusus di bidang pangan,” sambungnya.
“Pasangan Danny-Azhar ingin Sulsel memiliki keunggulan yang kuat dan peran global yang strategis. Selain sebagai pusat pangan dunia, Sulsel juga harus menjadi lumbung ikan dunia. Dengan begitu, pada gilirannya petani akan lebih sejahtera,” pungkas Asri. (rhm)

Exit mobile version