Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Usul ‘Pinisi Expo’ di Festival Pinisi

BULUKUMBA, BKM — Anggota DPRD Bulukumba Efhi Wahyudi Masri mengusulkan ‘Pinisi Expo’ dalam rangkaian Festival Pinisi tahun depan. Usulan perlu adanya Pinisi Expo dalam rangkaian even tahunan tersebut karena memiliki nilai historis. Ada ratusan bahkan ribuan Perahu Pinisi yang sudah diproduksi untuk industri pariwisata baik di Raja Ampat, Labuan Bajo, Bali atau di seluruh perairan nusantara ini.

“Mengusul Festival Pinisi kalau diadakan lagi tahun depan, itu dirangkaikan dengan Pinisi Expo misalnya. Jadi dibuatkan nominasinya, misalnya Pinisi Terfavorit atau Pinisi of The Year,” ujar Efhi, Minggu (8/9).

Alasan lain, supaya owner atau para bos dari Kapal Pinisi bisa datang kembali ke ‘Bumi Panritalopi’ julukan Kabupaten Bulukumba. “Masa ada yang investasi di Bulukumba sampai miliaran, tetapi tidak kenal sama pemerintah atau bupatinya,” tambahnya.

Menurutnya, Bulukumba sebagai rahimnya Kapal Pinisi sehingga dilaksanakan semacam kontestasi atau pun nominasi, maka para owner dan bos Kapala Pinisi ini, akan kembali ke Bulukumba.
“Pasti bos-bosnya tertarik, ketika misalnya kapalnya masuk nominasi apalagi kalau sampai kapalnya raih award jadi Pinisi of The Year misalnya. Itu bisa juga mereka jadikan bahan marketing,” imbuhnya.

Perahu Pinisi telah menjelma menjadi suatu mahakarya yang mendunia. Perahu Pinisi juga, sekaligus menjadi legacy dan kebanggaan dalam kultur masyarakat bahari, Bulukumba.
“Kita perlu dan wajib untuk membangun jalan darat, tapi Bulukumba ini, jangan pernah lupa bahwa romantismenya menjadi daerah maritim tidak boleh kita abaikan,” ujarnya.
“Pinisi adalah simbol romantisme antara manusia dengan laut, karena Bonto Bahari adalah laut, itulah yang menyebabkan Bulukumba Berlayar,” sambungnya.
Diketahui, Festival Pinisi XIV tahun 2024 secara resmi dibuka oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf di kawasan Pantai Merpati, pada Jumat (6/9). Festival Pinisi 2024 dengan tema: Merajut Ragam Budaya, untuk Bulukumba Maju.

Meski dipusatkan di kawasan Pantai Merpati, namun rangkaian Festival Pinisi juga, terdapat kawasan adat Ammatoa Kajang hingga pusat pembuatan Perahu Pinisi di Tanah Beru Kecamatan Bonto Bahari. (rls)

Exit mobile version