Site icon Berita Kota Makassar

Jangan Asal Pilih

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) 2024 tak lama lagi dihelat. Setelah setelah melewati tahap pemilu presiden, wakil presiden dan legislatif, masyarakat akan kembali memiliki calon kepala daerah yang baru.

Dengan pergantian pemimpin yang baru diharapkan ada perubahan. Bukan sekadar slogan atau janji-janji saat kampanye.

Namun, saya melihat kebanyakan masyarakat dari dulu sampai saat ini lebih memilih pemimpin yang menawarkan amplop atau pun hubungan kekerabatan. Tentu pola seperti ini tidak akan membuat perubahan di dalam sebuah daerah.

Sebab, menurut saya, untuk memilih pemimpin daerah yang baik harus melibatkan beberapa pertimbangan penting. Diantaranya adalah kualifikasi pengalaman, visi misi dan rekam jejak.

Karena jika pemimpin daerah yang terpilih ternyata tidak memenuhi harapan atau gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tentu hal itu akan memengaruhi kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan ke depannya nanti, dan pastinya itu akan memengaruhi kehidupan masyarakat.

Apalagi seperti yang kita lihat sekarang ini angka ketidakadilan dan kemiskinan masih belum terselesaikan dengan baik.
Untuk itu, pada hari pencoblosan nanti saya berharap agar kiranya masyarakat jangan asal pilih dan jangan ikut-ikutan dalam memilih pemimpin yang akan datang.

Sekaranglah saatnya masyarakat bersatu untuk memilih pemimpin yang betul-betul bisa mendengarkan aspirasi dan jeritan rakyat. Bukan hanya untuk golongan dan keluarganya, melainkan bisa menghilangkan diskriminasi sosial agar kehidupan masyarakat bisa lebih baik lagi.

Terakhir, saya juga berharap agar kiranya gen Z dan milenial untuk bisa ikut membantu dalam mensosialisasikan bagaimana cara memilih pemimpin yang tepat dan bijak agar masyarakat yang belum tahu bisa memahami hal tersebut. (jar)

Exit mobile version