Site icon Berita Kota Makassar

Puluhan Ibu-ibu Dilatih Bikin Roti dan Kue

BULUKUMBA, BKM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba sukses menggelar pelatihan Tailor Made Training (TMT) untuk pembuatan Roti dan Kue. Pelatihan dilaksanakan selama sebulan lamanya. Pelatihan diikuti puluhan ibu-ibu yang terdiri dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) wanita Lapas Bulukumba resmi ditutup, Senin (9/9).

Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mut Zaini mengaku bersyukur pelatihan TOT ini, dapat terlaksana dengan sukses sesuai yang diharapkan. Ia pun mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti proses pelatihan.
“Kita apresiasi terselenggaranya pelatihan ini. Pelatihan ini merupakan salah satu upaya kami dalam memberikan pembinaan dan pengembangan diri bagi warga binaan,” kata Mut Zaini dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (10/9).

Menurut Mut Zaini, pelatihan TOT ini dapat memberi manfaat bagi ibu-ibu khususnya warga binaan Lapas Bulukumba. Olehnya, ia berharap agar para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama proses pelatihan.
“Semoga nantinya ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya setelah kembali ke masyarakat,” jelas Mut Zaini.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Asriadi hadir mewakili Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bantaeng. Ia mengapresiasi Lapas Bulukumba atas kerjasamanya dalam menyelenggarakan pelatihan.

“Terima kasih karena telah diberikan wadah untuk menjalin kerja sama dengan Lapas Bulukumba dalam pelaksanaan pelatihan pembuatan Roti dan Kue,” imbuhnya.
Sementara itu, ketua DWP Lapas Bulukumba, Hazna Zaini menyampaikan terima kasih karena DWP telah diberi kesempatan untuk ikut pelatihan, sekaligus bisa mengasah bakat para Ibu-ibu khususnya di bidang pembuatan roti.
“Jadi dapat ilmunya dapat juga sertifikat yang nantinya bisa digunakan dalam usaha,” ungkapnya.
Selama pelatihan, para peserta diberikan materi dan praktik langsung oleh para instruktur sudah ahli di bidangnya. Materi yang disampaikan, dimulai dari persiapan alat dan bahan dalam pembuatan kue dan roti, proses pembuatan hingga pengemasan. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi dan bertanya langsung kepada narasumber.

Evaluasi menunjukkan pelatihan ini berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang signifikan bagi para peserta. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta adanya rencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh peserta.

Selain Kalapas dan Ketua DWP Lapas Kelas IIA Bulukumba, turut hadir dalam penutupan pelatihan di antaranya para Pejabat Struktural dan Instruktur Pelatihan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kabupaten Bantaeng
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif para peserta, telah dilaksanakan penyerahan sertifikat kelulusan. Sertifikat ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk terus mengembangkan diri.
Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pembinaan dan pemasyarakatan.(rls)

Exit mobile version