MALILI, BKM — Juru Bicara Budiman-Akbar, Citra Febrianti meminta tim pemenangan dan pendukung Budiman-Akbar agar tidak jumawa meski unggul sementara berdasarkan Lembaga Script Survei Indonesia (SSI) dengan elektabilitas tertinggi 47,32 persen dari tiga pasangan calon.
Menurut Citra tim kampanye Budiman-Akbar belum sepenuhnya terbentuk di tingkat kecamatan hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS) namun hasil survei menunjukkan keunggulan yang signifikan.
“Meskipun tim belum sepenuhnya terbentuk, kami bersyukur bahwa survei menunjukkan keunggulan kami saat ini. Tentu kita tidak boleh jumawa, tetap kerja on the track dan maksimal untuk meraih kemenangan,” jelas Citra.
Juru Bicara Budiman-Akbar lainnya, Ibriansyah Irawan mengonfirmasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur diprediksi terus berada di posisi bandwagon hingga KPU menetapkan hasil akhir Pilkada 2024. Dia optimis tren dukungan terhadap Budiman-Akbar terus bertahan.
“Kami optimis kandidat kami berada di posisi bandwagon sampai KPU menetapkan kami sebagai pemenangnya,” ujar Ibriansyah, Jumat (13/9).
Menurut Ibriansyah, fenomena bandwagon ini mencerminkan kecenderungan pemilih yang memilih calon dengan elektabilitas tertinggi. “Fenomena masyarakat yang mendukung kandidat dengan elektabilitas tertinggi dapat terbaca dalam survei,” tambahnya.
Lembaga SSI baru-baru ini merilis hasil survei terkait dinamika politik masyarakat menjelang pemilihan Bupati Luwu Timur 2024. SSI menempatkan pasangan Budiman-Akbar di posisi teratas dengan perolehan 47,32 persen, disusul Irwan Bahri Syam-Puspawati dengan 41,95 persen dan pasangan Isrullah-Usman Sadik di posisi ketiga dengan 2,93 persen. Sementara itu, 7,80 persen responden masih belum menentukan pilihan.
Survei dilaksanakan terhadap 410 responden di seluruh kecamatan di Luwu Timur menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4,8 persen. Survei berlangsung pada periode 2-8 September 2024.
Dalam survei tersebut, Budiman-Akbar unggul di tujuh kecamatan, Malili, Angkona, Wotu, Burau, Tomoni, Tomoni Timur, dan Kalaena. Sementara pasangan Ibas-Puspawati memimpin di empat kecamatan lainnya, yaitu Mangkutana, Nuha, Wasuponda, dan Towuti.
Di segmen pemilih kelas bawah (grassroots), Budiman-Akbar menduduki posisi teratas dengan 52,65 persen sedangkan Ibas-Puspawati meraih 36,33 persen. Untuk pemilih milenial, Budiman-Akbar unggul dengan 47,72 persen, diikuti oleh Ibas-Puspawati dengan 42,13 persen. Namun, untuk pemilih terpelajar, pasangan Ibas-Puspawati memimpin dengan 51,61 persen, disusul Budiman-Akbar dengan 32,26 persen.
Menariknya, sebanyak 38,53 persen pemilih mengaku masih ragu atau berpotensi mengubah pilihan (swing voters), membuka peluang bagi perubahan posisi kandidat menjelang hari pemilihan.
(rls)

