Site icon Berita Kota Makassar

Pilkada Sulawesi Selatan 2024: Harapan Masyarakat pada Pemimpin yang Menjunjung Tinggi Budaya Siri

KONTESTASI pilkada serentak yang akan dilaksanakan 27 November 2024 menjadi harapan masyarakat guna terpilihnya pemimpin yang dapat memahami karakteristik dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penerapan kebijakan yang efektif.

Khusus di Sulawesi Selatan yang memiliki kultur budaya kuat,masyarakat berharap agar pasangan calon yang akan memimpin daerah ini dapat menjunjung tinggi budaya siri’ (rasa malu) sebagai pedoman kepemimpinan yang mampu mencegah praktik-praktik menyimpang seperti korupsi, kolusi,dan nepotisme.

Budaya siri’ merupakan salah satu budaya yang dianut oleh masyarakat Bugis-Makassar di Sulsel. Hal ini menjadi pedoman hidup yang mengatur perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Siri’ merupakan tuntutan budaya terhadap setiap individu dalam masyarakat Sulsel untuk mempertahankan kesucian mereka sehingga keamanan, ketertiban dan kesejahteraan tetap terjamin.

Sehingga ketika seorang pemimpin yang memiliki budaya siri’ dalam dirinya akan menjadi seorang pemimpin dengan keberanian serta ketegasan, namun tetap bijaksana dalam memimpin. Seorang pemimpin yang memegang prinsip ini akan membawa daerah yang dipimpinnya menuju ke arah yang lebih baik, karena mereka memiliki rasa peka terhadap lingkungan, mampu mendengarkan apresiasi-apresiasi orang-orang yang dipimpinnya.
Seorang pemimpin yang memegang prinsip ini akan membawa pemerintahan menuju arah yang lebih baik. Karena mereka memiliki rasa peka tehadap lingkungan, mampu mendengarkan aspirasi orang-orang yang mereka pimpin.

Siri’ merupakan salah satu falsafah masyarakat Bugis-Makassar yang harus dijunjung tinggi. Siri’ sebagai nilai budaya sangat abstrak dan sulit untuk didefinisikan, karena hanya bisa dirasakan oleh mereka yang memegangnya secara teguh.

Bagi masyarakat lokal, siri’ mengajarkan moralitas kesusilaan yang berupa anjuran, larangan, hak dan kewajiban yang mendominasi tindakan manusia untuk menjaga dan mempertahankan diri serta kehormatannya.
Siri’ adalah rasa malu yang terurai dalam dimensi-dimensi harkat dan martabat manusia. Sesuatu yang tabu bagi masyarakat Bugis-Makassar dalam berinteraksi dengan orang lain, dan senantiasa mengajarkan rasa kesetiakawanan serta kepedulian sosial tanpa mementingkan diri sendiri dan golongan.
Ini adalah salah satu konsep yang membuat suku Bugis-Makassar mampu bertahan dan disegani, Sebab budaya siri’ merupakan implementasi dari sifat belas kasih dan perasaan menanggung beban penderitaan orang lain. (yus)

Exit mobile version