MAKASSAR, BKM — Ada momen menarik yang terjadi sebelum pengundian nomor urut bagi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar di Hotel Claro, Senin (23/9). Dua tokoh yang selama ini dikenal cukup dekat, yakni Mohammad Ramdhan Pomanto dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin bertemu.
Keduanya hadir dalam kapasitas sebagai suami pasangan calon.
Danny mendampingi sang istri Indira Yusuf Ismail yang merupakan bakal calon wali kota. Sementara Ilham mendampingi istrinya yang menjadi calon wali kota.
Saat bertemu, keduanya berangkulan dan didaulat wartawan untuk foto bersama.
Setelah itu, keduanya mengajak seluruh pasangan calon yang sudah ada di dalam ruangan untuk berpose sebagai simbol pilkada damai, pilkada yang mengedepankan sipakatau
dan sipakainga’.
”Politik adalah ajang berkontestasi. Untuk Makassar, semua adanya punya historinya. Jadi tidak perlu tegang,” kata Ilham.
Dalam proses pengundian, pasangan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (Mulia) mendapat nomor urut satu. Cawali-cawawali Andi Seto Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi (Sehati) nomor urut dua. Indira Yusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi (INIMI) mendapat nomor urut tiga, serta paslon Amri Arsyid-Abd Rahman Bando (Aman) mendapat nomor urut empat.
Rapat pleno pengundian nomor urut paslon dipimpin Ketua KPU Makassar M Yasir Arafat didampingi empat komisioner lainnya bersama lima komisioner Bawaslu Makassar. Dengan hasil pengundian ini, keempat paslon diharapkan dapat mulai mempersiapkan strategi kampanye mereka dengan penuh semangat, sembari terus berkomitmen terhadap Deklarasi Kampanye Damai yang telah disepakati bersama pada kesempatan yang sama.
KPU Makassar berharap bahwa seluruh rangkaian pilwali Makassar dapat berlangsung lancar, damai, dan demokratis, dengan mengedepankan prinsip keadilan dan keterbukaan bagi seluruh masyarakat Makassar.
Sekretaris DPC Hanura Kota Makassar Muchlis Misbah menyatakan siap memperkuat semua relawan dan jaringannya yang ada di dapil satu Makassar untuk memenangkan paslon Mulia. “Kami sudah memperkuat semua relawan dan jaringannya yang ada di Dapil I Makassar. Kami betul-betul totalitas dan tidak tanggung-tanggung. Sebab basis pemenangan kami sebelumnya sudah berselancar ke basis pemilih,” ungkapnya, kemarin.
Bahkan, ia juga sudah menggerakkan semua jaringan relawannya di Kecamatan Rappocini. Ada sekitar 50 tim inti yang hadir untuk menerima arahan dan langkah pemenangan. Terlebih lagi, ia mengaku sudah waktunya Makassar dipimpin oleh figur yang memiliki paket komplit.
“Semua itu ada di Mulia, menawarkan melalui ide, gagasan, dan program, yang dituangkan dalam visi-misi mereka. Ini yang saya bilang dan rasa wattunnami ini. Saya dan tim tadi bersilaturahmi, berembuk, dan mempersiapkan segala hal untuk terjun memenangkan Mulia di pilwali Makassar,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, semua tim sudah siap terjun ke grassroot untuk mengajak, menjaga, dan memastikan semua basis mencoblos Mulia 27 November mendatang. “Kami punya tim. Mereka semua sudah punya basis tetap, tinggal menjaga dan menguatkan saja,” ucapnya.
Dia membeberkan, tugas para tim saat ini adalah mendistribusikan program prioritas dan turunan yang diusung Mulia. Sehingga, masyarakat bisa memilin pemimpin dengan berkaca pada program, tidak asal memilih begitu saja.
Selain itu, legislator dua perode itu menekankan kepada semua timnya, agar bekerja dengan progresif namun tetap menjaga etika. Artinya, tidak ada yang boleh melakukan tindakan black campaign ataupun saling menjatuhkan satu sama lain.
“Semua harus bekerja dengan etika, tetapi progresif. Tidak boleh saling menjatuhkan kandidat lain, ini kan sama-sama mau membangun Makassar. Saya tegaskan, semua harus mengedepankan akhlak yang mulia dan hati nurani,”tuturnya.
Pensiunan Perwira Polri Kawal Sehati
Paslon Sehati baru saja mengumumkan tim pemenangan mereka yang akan bekerja pada pilwali Makassar. Pasangan yang diusung Nasdem, Gerindra, PAN dan PSI ini dikawal ‘Pensiunan Polisi’ hingga anggota DPRD Makassar yang baru saja dilantik masa bakti 2024-2029.
Para tokoh yang ada dibarisan Sehati diantaranya Komjen Pol (Purn) Boy Rafly Amar, Irjen Pol (Purn) Adnas, Brigjen Pol (Purn) Idris Kadir, Brigjen Pol Choki Haryanto. Mantan polisi berbintang satu hingga tiga ini diberikan amanah sebagai dewan penasihat oleh paslon Sehati.
Sementara anggota DPRD Makassar yang baru terpilih Eric Horas, Irwan Djafar menjadi komando teritorial Dapil Makassar I. A Palevi, Ruslan Lalo dan Irvan Malleserang Kahfi (Komando Teritorial Dapil Makassar II). M Yahya, Odhika Cakra Satiawan, Idris dan Sangkala Saddiko (Komando tritorial Dapil Makassar III),
Selanjutnya Supratman, Jufri Pawe, Kasurdi dan Nasir Rurung (Komando Teritorial Dapil Makassar IV). Ari Ashari Ilham, Budi Hastuti dan Farid Rayendra (Komando teritorial Dapil Makassar V).
Andi Seto mengatakan tim kampanye ini akan didaftarkan ke KPU Makassar. Kata dia, beberapa tokoh senior dan milenial dia akomodir. “Perjuangan kami tidak lepas dari tim. Saya berterima kasih sangat banyak tokoh senior yang masuk dan ada juga milenial,” katanya.
Mantan Bupati Sinjai ini menyebutkan jika pilwali ini serasa keluarga karena selain di tim pemenangannya maupun rivalitasnya dia saling kenal.
“Pilwali Makassar rasa keluarga. Tokoh yang berkompetisi saling kenal dan memiliki kedekatan dan selalu bersilaturahmi, dan ini hal luar biasa,” ujarnya.
Calon wali kota nomor urut tiga Indira Yusuf Ismail, menyampaikan terima kasih kepada KPU dan Bawaslu karena agenda pencabutan nomor urut sudah berlangsung sangat baik dan semua begitu ceria, dan hasilnya sesuai harapan.
Tak lupa ia mengajak seluruh hadirin agar bersama-sama menjaga dan menciptakan pemilu Damai. Serta mengajak mereka bersama-sama melanjutkan kebaikan untuk Kota Makassar. “Mari kita sama-sama menjaga semangat ini, menjaga pilkada yang damai, mari teruskan kebaikan,” ujar Indira.
Nomor urut tiga seolah menjadi angka yang berjodoh dengan Indira. Nomor urut tiga bagi pasangan INIMi menjadi simbol optimisme dalam perjuangan membawa Makassar ke arah yang lebih baik.
“Nomor tiga adalah lucky number kami. Insyaallah kita hattrick tiga kali menang,” kata Indira optimistis.
Seperti diketahui, suami Indira Yusuf Ismail, yakni Danny Pomanto menang dalam pemilihan Wali Kota Makassar dua kali berturut-turut. Jika Indira-Ilham berhasil memenangkan kontestasi Pilwalkot kali ini, artinya tercipta hattrick bagi pasangan suami istri ini.
Sementara itu, calon Wakil Wali Kota Makassar Ilham Ari Fauzi mengatakan nomor tiga itu sangat sarat makna. Dalam Islam, ada tiga perintah taat, yakni taat kepada Allah, kepada rasulnya, dan taat kepada pemimpin yang adil.
“Insyaallah INIMI pemimpinnya. Semua nomor berkah, dan INIMI takdirnya nomor tiga, karena kita mau hattrick menang di Kota Makassar,” tandas Ilham.
Juru Bicara Pasangan INIMI, Sofyan Setiawan mengatakan, nomor urut tiga bukan hanya pesan keberuntungan, tetapi juga refleksi dari kesiapan dan kematangan Indira dalam memimpin Makassar ke arah yang lebih baik.
“Ini adalah awal baik bagi kami, awal untuk memulai perjuangan yang sesungguhnya, bukan cuma sekadar mendapatkan angka tiga, tapi menjadi refleksi perjuangan yang tak pernah usai,” jelasnya. (rhm-jun-ita)
