MAKASSAR, BKM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel menggelar rapat pleno penentuan nomor urut pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sulsel, Senin (23/9) di Hotel Claro Makassar. Kegiatan ini dihadiri langsung dua pasangan cagub-cawagub yang telah ditetapkan sehari sebelumnya, masing-masing Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad dan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdy.
Rapat Pleno itu dihadiri massa pendukung pasangan calon. Mulai dari perwakilan partai pengusung, tim sukses, dan relawan. Hasilnya, pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad dengan akronim DIA memperoleh nomor urut satu. Sementara pasangan calon Andalan Hati, akronim Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawaty Rusdy mengantongi nomor urut dua.
Cagub Danny Pomanto mengaku nomor urut yang didapatkan sesuai dengan ekspektasinya. “Nomor satu itu tidak ada duanya. Insyaallah menjadi kemenangan bagi pasangan DIA. Kami memegang filosofi dalam kampanye gagasan, satu fakta lebih baik dari seribu kata. Kami punya fakta-fakta, Insyaallah itu akan menjadi referensi masyarakat untuk memilih nomor satu,” ungkap Danny.
Ia menambahkan, nomor satu adalah angka kemenangan. “Saya kan bilang Insyaallah kita akan mencabut nomor kemenangan. Dan Insyaallah satu adalah nomor kemenangan,” tegas Danny penuh optimis.
Setelah pencabutan nomor urut ini, Danny mengaku mulai tancap gas melakukan sosialisasi di seluruh wilayah Sulsel. Dia sudah membagi tugas dengan sang wakil, Azhar Arsyad dalam berkampanye.
“Kita lihat zonasinya seperti apa. Kalau tidak ada zonasi, Pak Azhar nanti di Ajattapareng, dan saya di Mamminasata. Tempat kelahiran masing-masing. Pasti kita bagi dua kampanye,” ucapnya.
Pasangan dengan tagline DIA itu maju di kontestasi pilgub atas usungan PDIP, PKB, PPP, Partai Buruh, Partai Umat, dan PBB.
Sementara itu, cagub nomor urut dua Andi Sudirman Sulaiman mengatakan semua nomor sama saja.
“Sama saja. Semua nomor sama penting. Kita pernah kampanye pilpres nomor dua juga, dan Alhamdulillah kita juga diberi nomor dua,” jelas lelaki yang akrab disapa dengan akronim namanya ini, yaitu Andalan.
Dia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para tim, relawan, dan pendukung untuk melaksanakan pilkada dengan damai, sipakainge, sipakalebbi, dan sipakatau.
Pasangan yang mengusung tagline Sulsel Maju Berkarakter ini didukung koalisi yang terdiri dari 10 partai politik, yakni Nasdem, Golkar, Hanura, PAN, PKS, Gerindra, Demokrat, Gelora, PSI, dan Perindo.
Ketua KPU Sulsel Hasbullah menjelaskan, pascapengundian nomor urut, pasangan calon sudah bisa menyampaikan visi misi masing-masing dalam masa kampanye. “Masa kampanye akan berlangsung 25 sampai 23 November,” ungkap Hasbullah.
Ada beberapa model kampanye yang bisa dilakukan pasangan calon. Diantaranya rapat umum (kampanye akbar), dialog, penyebaran alat peraga, dan menggunakan media massa.
Untuk jadwal debat, lanjut Hasbullah, sejauh ini KPU masih akan membahas modelnya seperti apa.
“Akan dirumuskan oleh teman-teman dalam waktu dekat. Satu atau dua hari ke depan ini kami sampaikan ke teman-teman,” janjinya.
Khusus untuk lokasi debat, KPU akan meminta rekomendasi dari kepolisian karena berkaitan dengan persoalan keamanan.
Selain pengundian nomor urut, dalam rapat pleno juga digelar Deklarasi Kampanye Damai.
Juru bicara (Jubir) Danny-Azhar, Asri Tadda menyampaikan rasa syukurnya karena nomor urut satu selalu diidamkan banyak orang. Bahkan, nyaris tidak ada yang menolak menjadi yang pertama.
“Alhamdulillah, pasangan DIA mendapatkan nomor urut satu. Jadi satu itu nomor urut yang diidamkan hampir oleh semua orang. Siapa yang tidak mau jadi nomor satu?” ucap Asri di Hotel Claro.
“Angka satu juga istimewa bagi kaum perempuan, karena tidak pernah ada dalam kamus perempuan mau diduakan. Semuanya ingin tetap satu saja, sehidup semati,” tambahnya sembari tersenyum.
Asri mengatakan, nomor urut pasangan Danny-Azhar pada pilgub Sulsel merupakan bagian dari takdir Tuhan. Tinggal upaya untuk menyatukan warga Sulsel memenangkan nomor urut satu di pilgub nanti.
“Jadi kita bersyukur dapat nomor umur satu. Tuhan sudah takdirkan dengan nomor urut satu kita akan mengajak seluruh warga Sulsel bersatu bersama dengan DIA. Kita akan majukan daerah ini lebih baik untuk semuanya,” jelasnya.
Andalan Hati sangat bersyukur atas nomor urut dua yang diperoleh. Penuh arti dan makna sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Nomor urut dua sangat cocok untuk Andalan Hati. Artinya, Andi Sudirman sebagai calon berstatus incumbent diinginkan masyarakat melanjutkan kepemimpinannya dua periode,” ujar Jubir Andalan Hati, Muhammad Ramli Rahim (MRR), kemarin.
MRR menambahkan, nomor urut dua adalah lambang keseimbangan, di mana semua yang diciptakan di dunia ini berpasangan. “Ini adalah lambang keseimbangan, karena semua yang diciptakan di dunia berpasang-pasangan,” tambahnya.
Berdasarkan arti dan makna nomor urut dua yang disampaikan, Ramli melihat kemenangan Andalan Hati di pilgub Sulsel 2024 semakin dekat. Terlebih berbagai hasil survei terus menempatkan pasangan tersebut di posisi tertinggi.
“Kami melihat ini adalah tanda kemenangan Andalan Hati yang hasil surveinya bahkan mencapai 70 persen,” tandasnya.
Seruan Pilkada Damai
Cawagub Sulsel Fatmawati Rusdi menyerukan penyelenggaraan pilgub harus damai. Duet Andi Sudirman Sulaiman ini mengajak seluruh relawan, simpatisan, masyarakat, dan para kandidat untuk bersama-sama menciptakan suasana kondusif.
“Tentu kami menyampaikan kepada seluruh tim relawan, simpatisan dan masyarakat Sulawesi Selatan, lebih khusus kepada sesama kandidat, mari kita gaungkan pilkada damai karena tentunya kita harus menjunjung tinggi budaya sipakatau, sipakkainge, sipakalebbi,” katanya.
Fatmawati menegaskan pilgub bukan sekadar momentum memilih pemimpin, tetapi juga menjadi ujian kedewasaan dalam berdemokrasi. Dia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan keamanan dalam setiap tahapan pilkada demi tercapainya proses pemilu yang damai dan berkualitas.
“Karena tentunya kita sama-sama pahami pilkada ini bukan sekadar memilih, tapi bagaimana menjaga kebersamaan dan keamanan dan pilkada damai,” ucapnya.
Fatmawati juga mengingatkan pilkada adalah momen penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut pesta demokrasi ini dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan.
“Kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, pilkada ini menjadi momen penting karena kita adalah penentu bagian dari kemajuan pembangunan daerah yang kita cintai. Untuk itu mari kita sambut pilkada ini dengan hati yang penuh sukacita dan riang gembira. Karena tentu pilkada ini akan menjadi sejuk ketika kita semua menyambut dengan pilkada damai,” jelasnya.
Sementara ASS menyampaikan apresiasi kepada KPU dan Bawaslu yang telah melaksanakan prosesi pengundian nomor urut dengan baik. Pada kesempatan ini, dia menekankan pentingnya melanjutkan pembangunan yang telah dirintisnya selama menjabat sebagai gubernur, sekaligus memperkuat karakter masyarakat Sulsel dalam pilkada damai.
“Pada prinsipnya bahwa kami mengambil tagline ‘Sulsel Maju’ adalah paling penting apa yang kita akan lanjutkan yang sudah baik apa yang sudah kami kerjakan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pendukung dan simpatisan untuk selalu menjaga etika dan perilaku santun selama proses pemilihan. Menurutnya, meskipun Sulsel terdiri dari beragam suku dan latar belakang, seluruh masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada 2045.
“Pada akhirnya saya tentu mengucapkan terima kasih banyak semuanya, semua suasana di bawah tadi disampaikan, ini adalah teriak-teriak kebaikan. Berbeda-beda memang kita sudah dari sononya waktu kita membentuk negara NKRI, tapi satu tujuan yang sama bagaimana menjadikan Sulsel ini dan Indonesia ini menjadi Indonesia Emas di 2045 ke depannya,” tandasnya. (rhm-jun)
