Site icon Berita Kota Makassar

Naik Angkot Hingga Tersandung Kasus

MAKASSAR, BKM–Sebanyak 84 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan perode 2024-2029 resmi dilantik ,Selasa (24/9).
Pelantikan dilakukan dalam rapat paripurna istimewa yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah Erbe.Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Makassar H Zainuddin mengambil sumpah dan janji jabatan ke 84 legislator tersebut.

Ada hal yang menarik sebelum acara pelantikan dimulai, salah seorang wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muzakkir datang mengunakan mobil angkutan kota (angkot) dan masuk ke dalam pelataran gedung DPRD Sulsel.Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tidak mengetahui jika di dalam angkot ada salah seorang wakil rakyat mencoba menahan, tapi angkot itu tetap masuk ke dalam pelataran.
Setelah wakil rakyat itu turun dari angkot, barulah Satpol berhasil mengeluarkan angkot dari pelataran gedung dewan.
Sementara itu, satu orang anggota legislatif terpilih yakni Hamsyah Ahmad dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), batal dilantik lantaran tersandung kasus hukum.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sulsel, Muhammad Jabir, tidak menyebut namanya dalam daftar pelantikan. Hamsyah saat ini masih menghadapi proses hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi saat menjabat di DPRD Bantaeng. PPP sendiri masih menunggu putusan hukum atas kasus mantan Ketua DPRD Bantaeng tersebut.
Usai pengucapan sumpah dan dilanjutkan dengan penandatangan pakta integritas.
Dalam sidang paripurna yang berlangsung khidmat, Andi Rachmatika Dewi dari Fraksi Nasdem ditunjuk sebagai Ketua Sementara DPRD Sulsel dan Rahman Pina dari Fraksi Golkar sebagai Wakil Ketua Sementara.
“Ibu Andi Rachmatika Dewi selaku ketua sementara, dan Bapak Rahman Pina sebagai wakil ketua sementara,” jelas Muhammad Jabir dalam sidang tersebut.

Berdasarkan aturan, nama pimpinan sementara DPRD Sulsel yang diambil dari kader partai pemenang pertama dan kedua yakni Nasdem dan Golkar. Kedua nama itu yakni Andi Racmatika Dewi dari Nasdem dan Rahman Pina dari Golkar.
Ni’matullah lalu menyerahkan palu sidang ke Andi Rachmatika Dewi didampingi Rahman Pina.
Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi para anggota dewan untuk menjalankan tugas dan fungsinya selama lima tahun ke depan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan.

Bersama Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh, Andi Rachmatika Dewi melanjutkan sidang paripurna dengan menyapa satu demi satu undangan yang hadir, termasuk mantan Ketua DPRD Sulsel HM Roem dan Andi Ina Kartika, para mantan wakil ketua yakni Syaharuddin Alrif, Darmawangsyah Muin, Nimatullah dan Muzayyin Arif.
Cicu- panggilan akrab Andi Rachmatika Dewi juga menyapa dua mantan Gubernur yakni Prof Dr Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.

Selain itu juga menyapa para pimpinan Fokopimda diantaranya Pangdam XIV Hasanuddin, Pangkopsau, Pangkowilham, Kapolda, Kajati dan Sekprov Jufri Rahman.
Rapat paripurna juga dihadiri sejumlah bupati diantaranya Adnan Purichta Ichsan, Yohanes Bassang, Wakil Bupati Paris Yasir dan pj wali kota.

Juga hadir empat pejabat sementara (Pjs) yakni Arwien Aziz untuk Makassar, Dr Jayadi Nas untuk Luwu Timur, Amson Padolo untuk Toraja Utara serta Muhammad Rasyid untuk Bulukumba.
Sebagai pimpinan sementara, Cicu mengaku akan memimpin rapat guna membahas pembentukan fraksi-fraksi, alat kelengkapan dewan (AKD) hingga berkoordinasid engan pimpinan partai politik terkait nama calon wakil ketua DPRD Sulsel.
Mantan wakil ketua I DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif mengaku sudah menyerahkan SK untuk ketua DPRD Sulsel kepada Andi Rachmatika Dewi.

“Saya sudah serahkan SK Ketua DPRD dan sudah sampaikan agar bekerja untuk rakyat, perlihatkan kepercayaan untuk rakyat, turun kemasyarakat, serta harus memberi manfaat kepada masyakarat,”ujar Syahar-panggilan akrab Syaharuddin Alrif.
Syahar yang juga sekretaris DPW Nasdem Sulsel juga sudah sudah pamit sebagai wakil rakyat dan kembali ke Sidrap untuk menjadi calon bupati. “Selama 10 tahun tentu ada kejutan dan kelemahan. Untuk itu, saya mohon maaf,”ucap Syahar.

Yel-Yel ‘Dua’ Menggema Diparipurna

Ada juga hal yang menarik dalam rapat paripurna, adanya kesan yel-yel kata ‘dua’.Bahkan empat dari lima mantan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel hampir bersamaan memperlihatkan tanda dua ditangannya.Apalagi ada tiga pengurus pusat Partai Nasdem yang hadir pada rapat paripurna.
Untung saja, Wakil ketua DPRD Sulsel Ni’matullah Erbe langsung memberikan isyarat, sehingga yel-yel dua itu mereda.
Seperti diketahui, Andi Sudirman Sulaiman yang berpasangan dengan Fatmawati Rusdi mendapat nomor urut dua, sementara pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad mendapat nomor urut satu.(rif)

Exit mobile version